Media Kampung – 13 April 2026 | Cuaca ekstrem melanda Jakarta Timur pada Minggu sore, 12 April 2026, mengakibatkan empat belas pohon tumbang dan sempal yang menimpa kendaraan, ruko, serta atap sebuah supermarket.
Hujan lebat disertai angin kencang mencapai kecepatan 70 km/jam menurunkan intensitasnya di wilayah Cilangkap, Cipayung, dan sekitarnya, memicu pohon-pohon tua kehilangan daya dukung akar.
Menurut Kepala Seksi Jalur Hijau dan Pemakaman Sudin Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Timur, Made Widhi Adnyana Surya Pratita, total 14 pohon dilaporkan tumbang, dengan empat di antaranya menyebabkan kerusakan struktural pada tiga ruko sekaligus.
Sebuah minibus yang melaju di Jalan Mabes Hankam tertimpa pohon akasia, sementara enam sepeda motor rusak akibat dahan beringin sempal di Kompleks Pegawai TMII, Pondok Bambu; kabel listrik di Jalan Tanah Merdeka 7 terganggu, dan atap supermarket di Jalan Raya Cilangkap-Cipayung roboh menimbulkan kerusakan interior.
Respons darurat melibatkan 50 personel Pasukan Hijau yang berkoordinasi dengan PPSU, Satpol PP, serta Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur untuk mengevakuasi puing dan memulihkan akses jalan.
“Penanganan sudah dilakukan sampai tengah malam. Hari ini kami lanjutkan penyisiran karena masih ada yang belum tertangani secara tuntas,” ujar Made, menekankan pentingnya pendataan kerugian materiil yang masih berlangsung.
Warga setempat, Munawar (34), mengapresiasi kecepatan respon petugas, menyatakan, “Semalam jalan sempat tertutup, namun petugas langsung datang, pohon dipotong dan dipindahkan, sehingga jalan kembali dapat dilalui.”
Peristiwa ini menambah catatan cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi di wilayah metropolitan, mengingat perubahan iklim meningkatkan frekuensi badai tropis dan intensitas hujan lebat.
Saat ini, semua lokasi terdampak telah dibersihkan, kerusakan properti sedang dinilai, dan otoritas menunggu laporan akhir untuk menentukan kompensasi serta langkah mitigasi ke depan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan