Media Kampung – Kementerian Haji dan Umrah RI mengimbau jemaah Indonesia untuk menghindari pelaksanaan lontar jumrah pada pukul 10.00 hingga 14.00 WAS di Mina. Imbauan ini dikeluarkan menyusul suhu udara yang mencapai 41 derajat Celcius pada siang hari di lokasi tersebut.
Maria Assegaff, Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, menegaskan pentingnya keselamatan jiwa jemaah dengan menghindari aktivitas di tengah cuaca panas ekstrem dan kepadatan di Jamarat. Ia meminta jemaah tetap berada di tenda atau maktab masing-masing selama periode tersebut untuk mencegah risiko dehidrasi berat dan heatstroke.
Jemaah juga diminta mematuhi jadwal dan arahan petugas di lapangan demi kelancaran dan keamanan pergerakan menuju Jamarat. Pengaturan ini dianggap vital untuk menjaga kenyamanan selama fase Armuzna.
Kemenhaj mengarahkan jemaah menggunakan Jalur 2 atau Jalur Atas sebagai rute resmi menuju Jamarat untuk mengurangi potensi kepadatan. Selain itu, jemaah disarankan memperbanyak konsumsi air putih, makan tepat waktu, dan memakai pelindung kepala serta membatasi aktivitas fisik yang tidak mendesak di luar tenda.
Perhatian khusus diberikan kepada kelompok rentan seperti lansia, penyandang disabilitas, dan jemaah berisiko tinggi, dengan ketua rombongan dan sesama jemaah diminta aktif memberikan pendampingan. Maria juga memastikan bahwa layanan transportasi, konsumsi, akomodasi, kesehatan, dan bimbingan ibadah tetap berjalan optimal hingga seluruh rangkaian Armuzna selesai.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan