Fase Armuzna Berjalan Lancar, Jemaah Nafar Tsani Mulai Tinggalkan Mina Menuju Makkah
Media Kampung – Pelaksanaan ibadah haji pada tahun 1447 H/2026 M memasuki babak penting di mana Fase Armuzna berjalan lancar, jemaah Nafar Tsani mulai tinggalkan Mina menuju Makkah. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memastikan seluruh rangkaian puncak ibadah haji yang meliputi Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) berlangsung dengan tertib, terkendali, serta aman.
Pelaksanaan Ibadah Haji di Fase Armuzna
Memasuki hari Tasyrik ketiga, Sabtu, jemaah haji Indonesia yang mengambil kelompok Nafar Tsani mulai menuntaskan pelaksanaan lontar jumrah sebagai penyempurnaan rangkaian ibadah haji. Juru Bicara Kemenhaj, Ichsan Marsha, menyampaikan bahwa seluruh tahapan ibadah haji dari wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, mabit di Mina, hingga lontar jumrah pada hari-hari Tasyrik berjalan dengan baik berkat kedisiplinan jemaah dan dukungan petugas di lapangan.
“Alhamdulillah, setelah jemaah melaksanakan wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, dan Mina serta lontar jumrah pada hari Tasyrik, saat ini sebagian jemaah Nafar Tsani melanjutkan penyempurnaan dengan melaksanakan lontar jumrah pada hari Tasyrik ketiga,” ujarnya saat memberikan keterangan di Mina.
Proses Lontar Jumrah dan Kepatuhan Jemaah
Jemaah Nafar Tsani menjalankan lontar tiga jumrah pada hari Tasyrik ketiga, yakni Jumrah Ula, Wustha, dan Aqabah secara tertib. Ichsan menekankan pentingnya kepatuhan jemaah terhadap jadwal dan arahan petugas demi menjaga kelancaran, keselamatan, dan kenyamanan selama fase Mina berlangsung.
Kemenhaj mengapresiasi seluruh jemaah yang telah mengikuti ketentuan pergerakan menuju Jamarat sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Selain itu, jemaah diimbau untuk tidak melaksanakan lontar di luar waktu yang dijadwalkan untuk masing-masing kelompok terbang (kloter).
Pengaturan dan Pengawasan di Mina
Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan di fase Mina, Kemenhaj menyiagakan sebanyak 1.356 Petugas Satuan Tugas (Satgas) Mina yang ditempatkan di berbagai titik strategis. Pos-pos pemantauan berada di lokasi-lokasi penting seperti Jalan 616, Jalan 533, depan Mina Al-Wadi Hospital, dan beberapa jalur menuju Jamarat maupun rute kepulangan jemaah.
Para petugas bertugas mengarahkan jemaah Indonesia menuju Jamarat, membantu pengaturan arus saat pelaksanaan lontar jumrah, mengantisipasi kepadatan, serta memastikan jemaah yang kembali dari Jamarat tetap berada pada jalur aman dan tidak mengambil jalan pintas yang berisiko.
Pergerakan Jemaah Menuju Makkah
Sejak Sabtu pagi waktu Arab Saudi, jemaah Nafar Tsani mulai diberangkatkan dari Mina menuju hotel masing-masing di Makkah. Meski demikian, Kemenhaj mengingatkan bahwa kondisi lalu lintas masih berpotensi padat dan beberapa ruas jalan dapat mengalami pengalihan arus. Oleh karena itu, jemaah diimbau untuk tetap sabar dan tenang selama perjalanan.
Wakil Kemenhaj menambahkan bahwa pihaknya berupaya agar jemaah dapat diturunkan langsung di depan hotel. Namun, jika tidak memungkinkan akibat penutupan jalan, bus akan menurunkan jemaah di lokasi terdekat dengan hotel masing-masing.
Perhatian Khusus Kesehatan Jemaah
Dengan cuaca panas yang masih menyelimuti Mina pada siang hari, Kemenhaj mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan jemaah. Jemaah dianjurkan untuk memperbanyak konsumsi air putih, makan secara teratur, menggunakan payung atau pelindung kepala saat beraktivitas di luar tenda, serta mengurangi aktivitas fisik yang tidak diperlukan.
Perhatian khusus juga ditujukan kepada jemaah lanjut usia, penyandang disabilitas, dan perempuan yang memiliki risiko kesehatan tinggi. Keluarga kloter, ketua rombongan, ketua regu, serta sesama jemaah diharapkan saling membantu dan memberikan pendampingan selama pelaksanaan ibadah haji.
Kesimpulan
Pelaksanaan Fase Armuzna berjalan lancar, jemaah Nafar Tsani mulai tinggalkan Mina menuju Makkah secara tertib dan terkoordinasi menjadi bukti kesungguhan dan kedisiplinan jemaah serta kerja keras petugas Kemenhaj. Dengan pengawasan ketat dan arahan yang jelas, seluruh rangkaian ibadah haji dapat dilaksanakan dengan lancar, aman, dan nyaman. Upaya ini diharapkan dapat memberikan pengalaman ibadah haji yang khusyuk dan bermakna bagi seluruh jemaah Indonesia.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan