Media Kampung – Suasana haru dan khidmat mewarnai penyambutan kepulangan jemaah haji Kloter 67 asal Kabupaten Sampang di Pendopo Trunojoyo. Salah satu tradisi yang tetap dijaga dengan penuh rasa hormat adalah membasuh kedua kaki jemaah yang baru kembali dari Tanah Suci Mekkah. Tradisi ini menjadi bentuk rasa syukur sekaligus penghormatan atas perjalanan panjang dan ibadah yang telah dilaksanakan.

Momen menyentuh terjadi ketika seorang anak kecil dengan penuh keikhlasan membasuh kaki ibunya, Yana Suraida, warga Kakak Tua Sampang. Air yang digunakan dicampur dengan kelopak bunga dan daun wangi, dipercaya membawa kesegaran serta doa keberkahan. Sang ibu yang mengenakan pakaian putih khas ibadah tampak tersenyum haru, merasakan kerinduan terobati dan menyadari makna dalam setiap tetes air yang menyentuh kakinya.

Bagi masyarakat setempat, tradisi membasuh kaki jemaah haji memiliki makna mendalam. Kaki yang telah melangkah di tanah suci, mengelilingi Kabah, dan berjalan di antara Shafa dan Marwa dianggap membawa berkah. Membasuh kaki jemaah menjadi cara keluarga dan kerabat memohon keberkahan sekaligus menyucikan perjalanan agar kembali ke kehidupan sehari-hari dalam keadaan suci dan penuh rahmat.

Tradisi ini bukan sekadar kebiasaan, melainkan warisan budaya yang terus dijaga antargenerasi. Warga Sampang meyakini bahwa dengan menyambut jemaah dengan penuh rasa hormat, keberkahan yang didapat selama ibadah dapat dibagikan kepada seluruh keluarga dan lingkungan sekitar. Prosesnya berjalan tenang, disertai doa-doa lirih dari yang hadir.

Dengan berjalannya tradisi ini, kepulangan jemaah haji Kloter 67 terasa semakin istimewa. Selain bersyukur atas keselamatan dan kelancaran ibadah, momen ini juga mempererat ikatan batin antarwarga dan melestarikan nilai-nilai luhur yang menjadi ciri khas masyarakat Madura.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.