Media Kampung – Pada tanggal 16 September 2026, Kualalumpur, Malaysia tercatat sebagai kota dengan kualitas udara terburuk di dunia dengan Indeks Kualitas Udara (AQI) mencapai 193. Data ini diambil dari pemantauan kualitas udara global pada pukul 07.00-08.00 pagi waktu setempat. Kondisi ini menunjukkan tingkat polusi udara yang sangat tinggi dan berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat.
Selain Kualalumpur, beberapa kota lain di Asia juga menunjukkan tingkat polusi udara tinggi, antara lain Kinshasa (DR Kongo) dengan AQI 165, Ho Chi Minh (Vietnam) 164, Phnom Penh (Kamboja) 156, Dhaka (Bangladesh) 151, Manama (Bahrain) 149, Wuhan (China) 149, Delhi (India) 146, Lahore (Pakistan) 146, dan Medan (Indonesia) 134. Mayoritas kota-kota ini berada di wilayah Asia Tenggara dan Asia Selatan, yang menandakan masalah polusi udara yang masih menjadi tantangan besar di kawasan tersebut.
AQI merupakan indikator yang mengukur kualitas udara berdasarkan konsentrasi beberapa polutan utama seperti PM2.5, PM10, ozon, karbon monoksida, sulfur dioksida, dan nitrogen dioksida. Nilai AQI di atas 150 dikategorikan sebagai tidak sehat, terutama bagi kelompok sensitif seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit pernapasan.
Faktor-faktor yang memengaruhi fluktuasi AQI termasuk kondisi cuaca, arah angin, aktivitas lalu lintas, pembakaran terbuka, dan kegiatan industri. Oleh karena itu, nilai AQI dapat berubah sepanjang hari dan tidak selalu tetap pada tingkat tinggi.
Untuk mengurangi risiko kesehatan akibat paparan polusi udara pada hari-hari dengan AQI tinggi, masyarakat dianjurkan untuk:
- Mengurangi aktivitas di luar ruangan terutama bagi kelompok rentan.
- Menggunakan masker yang mampu menyaring partikel halus.
- Menutup jendela dan pintu untuk mengurangi masuknya polutan ke dalam ruangan.
- Memantau informasi kualitas udara secara real-time dari sumber resmi.
Kondisi ini menjadi peringatan penting bagi pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan upaya pengendalian polusi udara melalui kebijakan yang efektif dan kesadaran kolektif dalam menjaga lingkungan.
Selain itu, beberapa wilayah lain seperti Bengaluru di India menunjukkan kualitas udara dalam kategori sedang hingga baik, dengan AQI berkisar antara 30 sampai 120 tergantung lokasi dan kondisi cuaca. Curah hujan yang terjadi di beberapa daerah membantu menurunkan konsentrasi polutan, sementara aktivitas kendaraan dan konstruksi masih menjadi sumber utama polusi di kawasan perkotaan.













Tinggalkan Balasan