**Media Kampung, Garut** – Kebakaran lahan melanda kawasan Gunung Cikuray dan kaki Gunung Guntur pada akhir pekan 4‑5 September 2026, menghanguskan sekitar lima hektar area hutan Perhutani.
Tim gabungan yang terdiri dari Polri, TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pemadam Kebakaran, serta Perhutani melakukan pemadaman secara bertahap, dengan prioritas pada titik yang dekat pemukiman. Kepala Seksi Humas Polres Garut, Ipda Susilo Adhi, menyatakan bahwa pemadaman di enam titik Desa Rancabango, Kecamatan Tarogong Kaler, serta di Desa Mekarjaya, Kecamatan Cikajang, berhasil dikendalikan menjelang tengah malam.
Karena medan yang sulit dijangkau, petugas harus memadamkan api secara manual menggunakan alat semprot portabel dan penyekatan. Pada kaki Gunung Cikuray, api berhasil dipadamkan dengan teknik lokalisasi, sementara di kaki Gunung Guntur petugas harus mengisolasi area secara manual karena kendaraan pemadam tidak dapat mencapai lokasi.
Penyebab kebakaran masih dalam proses pendataan dan belum dapat dipastikan. Pihak BPBD Garut, dipimpin oleh Aah Anwar Saefuloh, menekankan pentingnya pemantauan terus‑menerus mengingat kondisi kering dan keberadaan bambu serta rumput kering yang mudah terbakar.
Gunung Cikuray, dengan ketinggian 2.821 meter di atas permukaan laut, merupakan gunung tertinggi keempat di Jawa Barat. Meskipun tidak memiliki kawah aktif, gunung ini merupakan stratovolcano yang membentang di beberapa kecamatan, termasuk Cilawu, Bayongbong, Cigedug, dan Cikajang.
Petugas tetap melakukan monitoring untuk mencegah munculnya kembali titik api serta mengantisipasi potensi dampak terhadap pemukiman sekitar. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, terutama pada musim kemarau yang ekstrem.












Tinggalkan Balasan