Media Kampung, Nusa Tenggara Timur – Polri mengimbau masyarakat untuk berhati-hati terhadap informasi yang beredar mengenai jumlah korban dan kerusakan akibat gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT). Imbauan ini disampaikan menyusul kendala komunikasi yang masih terjadi di beberapa wilayah Flores, sehingga data yang beredar belum dipastikan kebenarannya.
Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Johnny Eddizon Isir, menyampaikan bahwa proses pendataan korban dan kerusakan masih berlangsung dan data yang ada bersifat dinamis. Verifikasi dan validasi data terus dilakukan untuk memastikan keakuratan sebelum disebarluaskan kepada publik.
Proses Pendataan dan Kendala Komunikasi
Beberapa wilayah di daratan Flores mengalami kendala komunikasi yang menyebabkan keterlambatan dan ketidakpastian data yang diterima. Oleh sebab itu, Polri menghimbau agar masyarakat dan media menggunakan data yang sudah terverifikasi dan tidak menyebarkan informasi yang belum jelas sumbernya.
Koordinasi Penanganan Bencana
Mabes Polri terus berkoordinasi dengan Polda NTT dan jajaran kepolisian di wilayah terdampak untuk memantau perkembangan situasi. Posko bantuan telah didirikan di lokasi yang aman untuk mendukung evakuasi, pelayanan masyarakat, pengungsian, dan distribusi bantuan. Bantuan tambahan juga siap dikerahkan dari Polda Nusa Tenggara Barat, Bali, dan Jawa Timur apabila diperlukan.
Imbauan Waspada Hoaks
Polri menegaskan agar masyarakat tidak mudah mempercayai dan menyebarkan informasi yang belum melalui proses verifikasi, terutama terkait jumlah korban, kondisi kerusakan, isu tsunami, atau gempa susulan. Informasi resmi akan disampaikan melalui Media Center terpadu dan pusat krisis bencana setelah data tervalidasi.
Fokus Penanganan Saat Ini
- Keselamatan warga terdampak
- Evakuasi dan pencarian pertolongan
- Pelayanan kesehatan
- Pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat
Dengan kondisi komunikasi yang masih terbatas, masyarakat diharapkan bersabar menunggu informasi resmi dan tidak terpengaruh oleh berita palsu yang dapat menimbulkan kepanikan atau kebingungan.
Polri terus berupaya memastikan data yang akurat dan penanganan bencana yang optimal agar warga terdampak mendapatkan bantuan yang tepat sesuai kebutuhan di lapangan.














Tinggalkan Balasan