**Media Kampung, Jakarta** – Bank Mandiri mengumumkan pembagian bmri dividen interim sebesar Rp6,16 triliun, setara Rp66 per lembar saham, serta mengonfirmasi transaksi pembelian saham oleh komisarisnya, Yuliot, sebanyak 45.200 lembar pada awal September 2026.

Transaksi tersebut dilakukan dalam dua tahap: pada 4 September Yuliot membeli 22.400 saham dengan harga Rp4.430 per saham (total Rp99,23 juta), dan pada 7 September menambah 22.800 saham dengan harga Rp4.380 per saham (total Rp99,86 juta). Setelah kedua pembelian, kepemilikan saham Yuliot naik menjadi 188.400 lembar, dengan hak suara tetap 0,0001%.

Baca juga:

Pembagian dividen interim mendapat persetujuan Dewan Komisaris pada 3 September 2026 dan diumumkan melalui BEI pada 4 September 2026. Dividen ini menambah total dividen yang dibagikan Bank Mandiri sepanjang tahun 2026 menjadi sekitar Rp50,63 triliun, yang mencakup dividen tahun 2025 sebesar Rp44,47 triliun.

Baca juga:

Kebijakan dividen mencerminkan keyakinan manajemen terhadap fundamental perusahaan, termasuk pertumbuhan kredit bank‑only sebesar Rp1.592 triliun hingga Agustus 2026 (naik 17,6% YoY) dan peningkatan dana pihak ketiga (DPK) menjadi Rp1.687 triliun. Laba bersih Bank Mandiri juga tumbuh 22,3% YoY menjadi Rp37,5 triliun, menegaskan posisi keuangan yang kuat untuk mendukung ekspansi bisnis.

Baca juga:
ItemDetail
Dividen interimRp6,16 triliun (Rp66 per saham)
Total dividen 2026Rp50,63 triliun
Transaksi saham Yuliot45.200 lembar (22.400 + 22.800)
Harga rata‑rata per sahamRp4.405
Kepemilikan akhir Yuliot188.400 lembar

Pembelian saham oleh komisaris menegaskan kepercayaan internal terhadap prospek BMRI, sementara dividen yang signifikan memberikan nilai tambah bagi pemegang saham ritel. Kedua langkah ini diharapkan memperkuat persepsi pasar terhadap stabilitas dan pertumbuhan Bank Mandiri ke depan.