Media Kampung – 15 April 2026 | Haedar Nashir, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, akan menyampaikan kuliah umum di Universitas Indonesia pada 13 April 2026 dengan tema “Intelektual, Masyarakat Sipil, dan Perubahan Sosial”. Acara akan dimulai pukul 11.00 WIB di Balai Sidang UI.

Kuliah umum tersebut merupakan bagian dari rangkaian dialog akademik yang digelar oleh UI untuk mempertemukan tokoh publik dengan komunitas akademik. Penyelenggaraan didukung oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Politik serta Lembaga Kajian Islam.

Haedar Nashir menjabat sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah sejak 2020, memimpin organisasi keagamaan terbesar di Indonesia dengan lebih dari 30 juta anggota. Selama kepemimpinannya, ia menekankan pentingnya peran intelektual dalam membentuk kebijakan publik.

Dalam kuliah umum, Haedar akan mengulas posisi strategis kaum intelektual dalam menggerakkan perubahan sosial yang berkelanjutan. Ia akan menyoroti kontribusi masyarakat sipil sebagai jembatan antara pemerintah dan warga.

“Intelektual harus menjadi agen perubahan yang kritis sekaligus konstruktif, tidak sekadar mengkritik tetapi juga menawarkan solusi,” ujar Haedar dalam pernyataan pers sebelum acara. Pernyataan tersebut menegaskan komitmennya terhadap dialog terbuka.

Tema tersebut relevan dengan dinamika sosial Indonesia yang tengah mengalami transformasi digital dan tantangan lingkungan. Kuliah umum diharapkan memberikan perspektif keagamaan yang inklusif dalam konteks tersebut.

Universitas Indonesia, sebagai perguruan tinggi negeri terkemuka, memiliki tradisi panjang dalam menyelenggarakan forum pemikiran lintas disiplin. Balai Sidang UI, lokasi acara, dapat menampung hingga 500 peserta.

Acara terbuka untuk mahasiswa, dosen, peneliti, serta anggota masyarakat umum yang tertarik pada isu intelektual dan perubahan sosial. Pendaftaran dilakukan secara daring melalui portal resmi UI.

Sebelumnya, UI telah mengundang tokoh seperti Prof. Nurcholish Madjid dan Dr. Sri Mulyani untuk membahas topik kebangsaan dan ekonomi. Keberhasilan acara tersebut mendorong penyelenggaraan kuliah umum berkelanjutan.

Mu­ham­mad­iyah sebagai organisasi sosial keagamaan memiliki jaringan lembaga pendidikan, kesehatan, dan ekonomi yang luas. Peran Haedar dalam mengintegrasikan nilai‑nilai Islam dengan ilmu pengetahuan menjadi fokus utama.

Masyarakat sipil di Indonesia mencakup LSM, komunitas akademik, dan organisasi keagamaan yang aktif dalam advokasi kebijakan. Haedar menekankan pentingnya sinergi antara lembaga tersebut untuk menciptakan perubahan yang berkeadilan.

Tantangan utama yang dihadapi intelektual saat ini meliputi polarisasi politik, disinformasi, dan kurangnya ruang dialog yang produktif. Haedar berencana mengusulkan mekanisme kolaboratif antara universitas dan organisasi keagamaan.

Diharapkan kuliah umum ini menghasilkan rekomendasi kebijakan yang dapat diimplementasikan oleh pemerintah daerah dan pusat. Hasil diskusi akan dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Muhammadiyah.

Media nasional telah menyiapkan liputan langsung, termasuk televisi dan portal daring, untuk menyiarkan acara secara simultan. Penonton daring diperkirakan mencapai ribuan orang.

Penetapan tanggal 13 April bertepatan dengan minggu pertama semester genap, sehingga mahasiswa dapat berpartisipasi tanpa mengganggu jadwal kuliah. Jadwal tersebut juga mempertimbangkan kalender akademik UI.

Sebelumnya, Haedar Nashir pernah menekankan peran intelektual dalam memajukan pendidikan multikultural di Indonesia. Pernyataan tersebut konsisten dengan tema kuliah umum kali ini.

Setelah kuliah umum, Haedar berencana mengadakan serangkaian lokakarya di beberapa perguruan tinggi di Indonesia untuk memperdalam diskusi. Langkah ini sejalan dengan visi Muhammadiyah untuk memperkuat peran intelektual dalam pembangunan nasional.

Kuliah umum akan berlangsung tepat waktu pada 13 April 2026 dan terbuka bagi semua kalangan yang ingin menyimak pemikiran Haedar Nashir tentang intelektual, masyarakat sipil, dan perubahan sosial. Penutup acara akan menyertakan sesi tanya jawab interaktif.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.