Media Kampung – Harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mengalami penurunan pada sesi pertama perdagangan saham tanggal 24 Agustus 2026. Saham BBCA tercatat turun 1,55% menjadi Rp 6.350 per saham, bergerak di tengah tren melemahnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan sektor keuangan yang turun 0,93%.

Saham BBCA dibuka stagnan di harga Rp 6.450 per saham dengan level tertinggi mencapai Rp 6.450 dan terendah Rp 6.350. Total frekuensi perdagangan saham BBCA mencapai 11.728 kali dengan volume perdagangan 348.242 saham, serta nilai transaksi harian sebesar Rp 222,4 miliar. Kapitalisasi pasar saham BCA pada hari ini tercatat mencapai Rp 782,80 triliun.

Baca juga:

Pergerakan saham BBCA ini terjadi di tengah penurunan IHSG sebesar 0,69% ke posisi 6.480,64 pada sesi pertama, dengan LQ45 yang juga turun 0,92%. Sebanyak 370 saham melemah, 233 saham menguat, dan 186 saham stagnan dalam sesi tersebut. Transaksi saham secara keseluruhan mencapai nilai Rp 9 triliun dengan volume perdagangan mencapai 24,8 miliar saham. Nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah berada di kisaran Rp 17.694.

Selain saham, BCA juga mencatat perkembangan positif di sektor penyaluran kredit UMKM. Hingga semester I tahun 2026, BCA telah menyalurkan kredit sebesar Rp 134,6 triliun untuk segmen usaha mikro, kecil, dan menengah, meningkat 6% secara tahunan. Pertumbuhan ini menunjukkan komitmen BCA dalam mendukung pelaku UMKM melalui pembiayaan serta pengembangan usaha.

Baca juga:

Wakil Presiden Direktur BCA, John Kosasih, menegaskan pentingnya peran UMKM sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia dan perlunya dukungan berkelanjutan bagi para pelaku usaha tersebut agar dapat mengembangkan bisnisnya. Selain penyaluran kredit, BCA juga menyediakan Kredit Multiguna Usaha (KMU) dengan tingkat suku bunga efektif mulai dari 5,81% per annum yang berlaku sejak Juli hingga Januari 2027.

Untuk memperluas akses pasar bagi UMKM, BCA menyelenggarakan BCA UMKM Fest 2026 yang berlangsung secara hybrid mulai 1 Agustus hingga 20 September 2026. Gelaran offline di Indonesia Arena, Jakarta, pada 21-23 Agustus diikuti oleh lebih dari 60 pelaku usaha, sementara kegiatan online melibatkan lebih dari 1.600 usaha melalui platform digital seperti Blibli dan Grab.

Baca juga:

Kondisi pasar saham yang fluktuatif dan dukungan kredit UMKM yang terus tumbuh mencerminkan dinamika sekaligus peran strategis BCA di sektor keuangan dan perekonomian nasional. Investor dan pelaku usaha diharapkan dapat memanfaatkan informasi ini untuk mengambil keputusan yang tepat di tengah kondisi pasar yang berubah.