Media Kampung, Mahakam Ulu – Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur, menetapkan status siaga darurat kekeringan mulai 19 Agustus 2026 menyusul surutnya debit Sungai Mahakam yang telah berlangsung hampir satu bulan. Kondisi ini menyebabkan gangguan serius pada distribusi kebutuhan pokok dan akses transportasi masyarakat, khususnya di kecamatan yang masih sulit dijangkau seperti Long Apari dan Long Pahangai.

Kondisi Sungai Mahakam dan Dampaknya

<pSelama hampir sebulan terakhir, wilayah Mahakam Ulu tidak menerima hujan, sehingga debit air Sungai Mahakam menurun drastis. Kapal besar yang biasanya digunakan sebagai moda utama transportasi dan distribusi barang tidak dapat melintas di sejumlah bagian sungai. Sebagai gantinya, masyarakat terpaksa menggunakan perahu kecil untuk melakukan aktivitas sehari-hari dan perjalanan antar kawasan.

Baca juga:

Kondisi ini paling dirasakan di Long Apari dan Long Pahangai, yang akses jalur daratnya masih sangat terbatas. Surutnya sungai menghambat distribusi barang dan mobilitas masyarakat, menyebabkan keterlambatan dan kenaikan harga kebutuhan pokok, seperti beras yang naik dari Rp600 ribu menjadi Rp1 juta per karung 25 kilogram. Harga bahan bakar juga melonjak, dengan Pertalite mencapai Rp35 ribu per liter di beberapa wilayah.

Upaya Pemerintah Mengatasi Dampak Kekeringan

Penetapan status siaga darurat menjadi langkah pemerintah daerah untuk mempercepat koordinasi dan penanganan dampak kekeringan. Beberapa langkah telah diambil, antara lain:

Baca juga:
  • Pendistribusian bantuan kebutuhan pokok kepada masyarakat terdampak.
  • Pelaksanaan gerakan pangan murah melalui Dinas Ketahanan Pangan guna menekan kenaikan harga.
  • Monitoring kondisi kesehatan dan ketersediaan air bersih, mengingat berkurangnya debit air dan munculnya asap di beberapa wilayah.

Meskipun gerakan pangan murah telah dijalankan, kendala utama masih terletak pada distribusi barang ke wilayah yang aksesnya sulit. Pemerintah berupaya terus memantau kondisi dan akan mengevaluasi status siaga darurat sesuai perkembangan cuaca dan dampak kekeringan di lapangan.

Harapan dan Imbauan Pemerintah

Kepala Pelaksana BPBD Mahakam Ulu, Agus Darmawan, mengimbau masyarakat untuk tidak panik, tetap waspada, dan menghemat penggunaan air selama masa kekeringan berlangsung. Pemerintah juga berharap pembangunan dan penyambungan akses jalan darat ke kecamatan terisolasi dapat segera terlaksana agar ketergantungan pada jalur sungai dapat dikurangi.

Baca juga:

Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan kelancaran distribusi kebutuhan pokok dan mobilitas masyarakat, sekaligus mengurangi dampak buruk kekeringan terhadap kehidupan sehari-hari di Kabupaten Mahakam Ulu.