Media Kampung, Nusa Tenggara Timur – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat terjadi 2.119 gempa bumi susulan di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga 18 Agustus 2026 pukul 05.00 WIB. Gempa susulan ini merupakan dampak dari gempa utama berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah tersebut pada 15 Agustus 2026 pagi.

Data Gempa Susulan dan Magnitudo

Dari seluruh gempa susulan tersebut, magnitudo terbesar tercatat mencapai 6,2. Selain itu, terdapat 24 gempa dengan magnitudo di atas 5, dan gempa terkecil sebesar magnitudo 1,3. Angka ini menunjukkan aktivitas seismik yang masih tinggi di kawasan tersebut pasca gempa besar.

Baca juga:

Dampak Gempa terhadap Korban dan Infrastruktur

Berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), jumlah korban meninggal akibat gempa magnitudo 7,7 ini bertambah menjadi 68 jiwa. Selain itu, sebanyak 213 orang mengalami luka-luka. Kerusakan parah juga terjadi pada sejumlah sarana umum dan rumah warga, termasuk bangunan Pelabuhan Laurentius Say di Maumere, Kabupaten Sikka, yang mengalami kerusakan berat.

Baca juga:

Pentingnya Pemahaman dan Penanggulangan Bencana

Aktivitas gempa susulan yang tinggi dan dampak korban jiwa serta kerusakan infrastruktur menegaskan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dan pemerintah dalam menghadapi bencana. Informasi resmi dari BMKG dan BNPB sangat penting menjadi acuan dalam mitigasi risiko serta upaya pemulihan pasca bencana.

Baca juga:

Warga diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan resmi terkait keselamatan selama masa gempa susulan ini berlangsung. Penanganan cepat dan tepat dari berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk mengurangi dampak kerugian yang lebih besar.