Media Kampung – ISAT meluncurkan Zankore, sebuah AI Factory yang diharapkan menjadi sumber pertumbuhan baru dengan target laba Rp1,4 triliun per tahun mulai 2028. Proyek ini merupakan kolaborasi antara ISAT, Grup Ooredoo, NVIDIA, dan Nokia untuk membangun infrastruktur AI generasi terbaru di Asia Tenggara.
Apa Itu Zankore dan Potensinya bagi ISAT
Zankore adalah AI Factory yang dirancang untuk mengubah data mentah menjadi produk kecerdasan buatan melalui sistem terintegrasi berbasis teknologi NVIDIA. Target awal kapasitas adalah 200 MW dengan potensi ekspansi hingga 1 Gigawatt, menjadikannya AI Factory terbesar di Asia Tenggara. Fasilitas ini dijadwalkan selesai pada semester I 2027.
Kolaborasi ini melibatkan pembagian kepemilikan, di mana Ooredoo Group memegang 49 persen, sedangkan ISAT bersama NVIDIA dan Nokia memiliki 51 persen secara bersama. Kepemilikan ISAT diperkirakan antara 15-30 persen, dengan kontribusi bisnis Zankore terhadap ekuitas ISAT mencapai Rp8,8 triliun.
Proyeksi Keuangan dan Risiko Bisnis
Menurut analisis Mirae Aset Sekuritas, Zankore memiliki target pendapatan 13 miliar dolar AS dan EBITDA kumulatif sekitar 9 miliar dolar AS dalam lima tahun, dengan kebutuhan belanja modal sekitar 5,9 miliar dolar AS. Proyeksi laba bersih untuk ISAT dari bisnis ini diprediksi mencapai Rp1,4 triliun per tahun mulai 2028.
Namun, bisnis AI Factory sangat padat modal dan berisiko tinggi. Contoh perusahaan serupa, CoreWeave (CRWV), walaupun memiliki pertumbuhan pendapatan agresif, masih mencatat kerugian akibat tingginya biaya depresiasi dan bunga dari investasi besar pada infrastruktur seperti GPU, server, dan data center.
ISAT memiliki keunggulan dengan suntikan modal sebesar 800 juta dolar AS dari Ooredoo sehingga tidak perlu menambah leverage yang dapat meningkatkan beban bunga. Meski demikian, risiko biaya tinggi tetap ada, terutama jika terjadi penurunan permintaan karena kondisi ekonomi atau kenaikan suku bunga bank sentral.
Dampak terhadap Saham ISAT
Harga saham ISAT melonjak 15 persen dalam sepekan setelah peluncuran Zankore. Riset dari Mirae Aset dan Indopremier memberikan target harga saham antara Rp2.700 hingga Rp3.600 per saham, dengan perhitungan nilai wajar sekitar Rp3.000-an jika proyeksi laba Zankore terealisasi.
Namun, investor jangka panjang disarankan untuk berhati-hati mengingat risiko bisnis yang tinggi. Harga saham saat ini lebih cocok untuk aktivitas trading, sementara investasi jangka panjang membutuhkan kesabaran menunggu bukti kontribusi laba dari bisnis AI ini.
Kolaborasi Strategis dan Teknologi Pendukung
Kolaborasi Zankore melibatkan teknologi NVIDIA melalui GPU generasi terbaru dan software AI, Nokia dengan jaringan berbasis AI yang aman dan berkinerja tinggi, serta dukungan modal dan jaringan regional dari Ooredoo. Teknologi MaxLPS dari NVIDIA dirancang untuk mengoptimalkan kapasitas komputasi hingga lebih dari 40 persen dengan daya yang tersedia.
Kesimpulan
Zankore by ISAT menawarkan peluang besar sebagai pionir AI Factory terbesar di Asia Tenggara yang dapat mendorong pertumbuhan laba perusahaan secara signifikan. Namun, bisnis ini juga menghadapi tantangan besar terkait kebutuhan modal dan risiko biaya operasional tinggi yang dapat menekan laba.
Investor dan pelaku pasar perlu mempertimbangkan baik potensi keuntungan maupun risiko sebelum mengambil keputusan investasi. Pemantauan perkembangan bisnis Zankore dan realisasi kinerja keuangan akan menjadi kunci untuk menilai kelayakan investasi jangka panjang pada saham ISAT.















Tinggalkan Balasan