Media Kampung – Lebih dari 98 persen desa dan kelurahan di Indonesia saat ini sudah terjangkau jaringan telekomunikasi. Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti Komdigi), Fadhilah Mathar, dalam acara Bakti Media Connect 2026 yang digelar di Jakarta Selatan pada Rabu, 12 Agustus 2026.
Dari sekitar 83.000 desa dan kelurahan yang ada, masih terdapat sekitar 2.000 desa yang belum terjangkau jaringan komunikasi, mayoritas berada di wilayah Papua. Tantangan utama untuk perluasan jaringan di Papua adalah faktor keamanan, yang menghambat pembangunan dan pengoperasian infrastruktur telekomunikasi di beberapa titik.
Fokus Pembangunan dan Layanan Bakti Komdigi
Program pembangunan jaringan saat ini difokuskan pada wilayah permukiman yang belum terjangkau. Bakti Komdigi juga bekerja sama dengan operator seluler yang telah memenangkan tender untuk membangun jaringan di desa-desa yang belum terlayani. Selain itu, Bakti telah membangun akses internet di lebih dari 31.000 lokasi, yang sebagian besar berada di sektor pendidikan (sekitar 68 persen), sektor kesehatan (5,89 persen), serta fasilitas pemerintahan dan pusat kegiatan masyarakat seperti pasar tradisional, tempat ibadah, pos keamanan, dan transportasi publik.
Hingga saat ini, sekitar 6.347 lokasi atau desa telah terlayani oleh layanan Bakti. Pembangunan jaringan juga didukung oleh infrastruktur Palapa Ring di 131 lokasi dan keberadaan Satelit Satria-1 yang memungkinkan penggabungan solusi terestrial dan non-terestrial, terutama di wilayah yang sulit dijangkau oleh jaringan terestrial.
Tantangan dan Strategi Pengembangan di Papua
Fadhilah menyampaikan bahwa pembangunan jaringan di Papua terkendala oleh kondisi keamanan di beberapa titik, sehingga beberapa infrastruktur yang sudah dibangun belum dapat dioperasikan secara optimal. Oleh karena itu, Bakti Komdigi melakukan relokasi titik infrastruktur yang tidak memungkinkan untuk beroperasi dan berkoordinasi dengan pihak pertahanan dan keamanan untuk mengaktifkan kembali jaringan yang sudah tersedia.
Fokus Bakti pada tahun 2026 adalah melakukan pengeluaran operasional (opex) di lokasi yang sudah ada dan memastikan jaringan dapat berjalan dengan baik. Strategi ini diharapkan dapat mempercepat pencapaian 100 persen cakupan jaringan di seluruh Indonesia, termasuk Papua.
Manfaat Jaringan Telekomunikasi bagi Masyarakat Desa
Kehadiran jaringan komunikasi di desa-desa membawa dampak positif yang signifikan, seperti yang dialami di Desa Baina Barat, Flores Timur. Kepala desa setempat, Yuslan, menjelaskan bahwa akses internet membantu petani mendapatkan informasi harga hasil pertanian secara langsung, sehingga mengurangi ketergantungan pada tengkulak dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Selain itu, akses internet juga mulai mengubah aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), dengan memudahkan mereka memasarkan produk melalui media sosial.
Dampak positif juga dirasakan di sektor pelayanan publik. Kepala Dinas Kominfo Flores Timur, Silvester Suban Toa Kabelen, menyatakan bahwa sebelum adanya jaringan Bakti, masyarakat dan aparat pemerintah harus menempuh jarak jauh untuk mendapatkan sinyal. Kini, akses internet mempercepat proses pelaporan dan koordinasi di sekolah dan fasilitas kesehatan.
Kepala Puskesmas Ilebura, Yohanes Noda Kwuta, menambahkan bahwa jaringan internet membantu pelayanan kesehatan terutama dalam pelaporan digital, rekam medis elektronik, klaim BPJS, dan proses rujukan pasien melalui sistem rujukan terintegrasi (Sisrute). Hal ini meningkatkan efisiensi dan mengurangi risiko pasien ditolak karena fasilitas tujuan penuh.
Harapan Menuju Cakupan Jaringan 100 Persen
Bakti Komdigi berkomitmen untuk terus memperluas jaringan komunikasi hingga seluruh desa di Indonesia, termasuk yang berada di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) seperti Papua, dapat terhubung dengan internet. Dengan dukungan teknologi satelit dan sinergi dengan berbagai pihak, diharapkan akses informasi dan layanan digital dapat merata, mendukung pembangunan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat desa di seluruh Indonesia.















Tinggalkan Balasan