Media Kampung, Sumatera Utara – PT Pertamina Gas (Pertagas) memberikan pembinaan kepada kelompok ibu-ibu produsen terasi atau belacan di Desa Kelantan, Kecamatan Brandan Barat, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Pembinaan ini meliputi pemberian alat produksi baru dan bantuan kemasan guna meningkatkan higienitas serta identitas produk terasi yang dihasilkan.
Kegiatan pembinaan dimulai dengan forum group discussion (FGD) untuk menggali kebutuhan kelompok usaha. Silma Aulya Rahma, Jr. External Relations West Region I PT Pertamina Gas, menjelaskan bahwa setelah memahami kebutuhan produksi, Pertagas memberikan alat produksi yang lebih higienis dan kemasan yang berfungsi sebagai identitas produk.
Sebelum pembinaan, produk terasi kelompok tersebut dijual tanpa kemasan langsung ke tengkulak, sehingga produk belum memiliki pengenalan yang luas di pasar. Dengan intervensi branding menggunakan nama Kelompok Kelantan Berandan Jaya, ibu-ibu produsen terasi diajarkan pentingnya branding untuk perkembangan usaha dan perekonomian mereka.
Tantangan Manajemen dan Pemasaran
Kepala Desa Kelantan, Muhammad Iqbal, menyatakan bahwa pengembangan UMKM di wilayahnya masih menghadapi kendala terutama pada aspek manajemen, pemasaran, dan administrasi. Pemerintah desa sudah berkoordinasi dengan Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Langkat untuk membantu melengkapi administrasi usaha di desa tersebut.
Desa Kelantan sendiri merupakan kawasan pesisir dengan masyarakat laki-laki mayoritas bekerja sebagai nelayan yang juga berkontribusi pada ekonomi lokal. Para nelayan menangkap berbagai jenis ikan, dan pendapatan mereka mencapai sekitar Rp 2 juta per minggu.
Proses Produksi dan Pemasaran Terasi
Salah satu pelaku UMKM terasi, Patimah, menyebutkan bahwa kelompoknya terdiri dari 10 anggota yang mampu memproduksi sekitar 3 hingga 3,5 kilogram terasi setiap hari. Proses produksi memakan waktu dua hari, mencakup penjemuran dan pengolahan.
- Penjemuran dilakukan selama satu hari.
- Setelah penjemuran, terasi diberi garam dan diolah kembali keesokan harinya.
Setelah produksi selesai, produk terasi tidak dipasarkan langsung oleh kelompok, melainkan diambil oleh pembeli yang kemudian menjualnya di pasar. Harga terasi dalam kemasan 1 ons dijual sekitar Rp 5.000.
Kontribusi Pertagas dalam Pengembangan UMKM
Bantuan dari Pertagas berupa peralatan produksi yang lebih higienis dan kemasan yang menarik berperan penting dalam meningkatkan nilai produk. Dengan branding yang tepat, produk terasi dari Desa Kelantan diharapkan dapat lebih dikenal luas dan meningkatkan pendapatan ibu-ibu produsen.
Program pembinaan ini juga menjadi bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir, mendorong UMKM naik kelas melalui peningkatan kualitas produk dan pemasaran yang lebih baik.













Tinggalkan Balasan