Media Kampung, Jakarta – Staf Khusus Menteri Pertahanan Bidang Kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia, Lenis Kogoya, mengeluarkan tiga seruan penting kepada kelompok separatis di Papua, terutama kepada Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) dan juru bicaranya, Sebby Sambom. Seruan ini bertujuan untuk menghentikan kekerasan dan ancaman yang mengganggu keamanan masyarakat sipil di Papua.

Lenis menegaskan bahwa eskalasi kekerasan, termasuk penyesatan informasi, pembunuhan, serta penyiksaan terhadap warga sipil seperti guru, misionaris, dan penginjil, telah meningkat dalam beberapa waktu terakhir. Ia menyebut pula tindakan kekerasan terhadap perempuan dan pembakaran fasilitas sekolah yang semakin memperburuk situasi keamanan di wilayah tersebut.

Baca juga:

Selain itu, Lenis mengungkapkan adanya ancaman yang ditujukan kepada masyarakat dan pejabat pemerintah daerah agar tidak mengikuti peringatan Hari Ulang Tahun Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026. Hal ini dianggap sangat mengganggu kelancaran aktivitas masyarakat dan pelayanan publik di Papua.

Tiga seruan yang disampaikan Lenis kepada kelompok TPNPB meliputi penghentian penyebaran informasi bernada ancaman kepada masyarakat dan pemerintah daerah, tidak mengganggu kegiatan masyarakat dalam memperingati HUT Kemerdekaan RI, serta menghentikan segala bentuk kekerasan, pembunuhan, dan penyiksaan terhadap warga sipil.

Baca juga:

Lenis juga mengimbau masyarakat Papua untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi ancaman yang belum terverifikasi kebenarannya. Pemerintah bersama tokoh masyarakat dan adat terus berupaya menjaga keamanan agar pelayanan publik dan aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan baik.

Seruan ini menjadi langkah penting dalam upaya meredam konflik dan menciptakan kondisi yang kondusif di Papua. Dengan menghentikan kekerasan dan ancaman, diharapkan masyarakat dapat hidup dengan aman dan damai, serta pembangunan di wilayah tersebut dapat berjalan tanpa hambatan.

Baca juga: