Media Kampung, Jakarta – Calon suami Jesslyn Wijaya, Evan, meminta kepolisian menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar Restoran Saung Kita, Mangga Besar, Jakarta Pusat, setelah diketahui bahwa CCTV di restoran tersebut sudah tidak berfungsi selama sekitar tiga bulan. Permintaan ini disampaikan Evan saat memberikan keterangan di Polres Metro Jakarta Pusat, Selasa (21/7/2026).

Evan mengaku sempat mendatangi restoran pada malam hari setelah kehilangan kontak dengan Jesslyn. Saat itu, ia menanyakan rekaman CCTV kepada pihak restoran, namun mendapat informasi bahwa kamera pengawas tidak dapat digunakan. “Pada hari itu saya langsung ke restoran karena Jesslyn tidak ada respons. Saya sempat menanyakan CCTV, tapi dibilang memang nggak connect,” kata Evan.

Baca juga:

Menurut Evan, ia berharap penyidik tidak hanya mengandalkan CCTV di restoran, tetapi juga mencari rekaman dari kamera pengawas di bangunan maupun jalan di sekitar lokasi kejadian. “Itulah yang kita harapkan. Semoga pihak kepolisian bisa mencari video-video rekaman dari CCTV mungkin di seberangnya atau sebelahnya, atau CCTV jalanan dan lain-lain yang menangkap kejadian di luar restoran,” ujarnya.

Keterangan Saksi dan Petunjuk Lain

Kuasa hukum Evan, Andi Darti, membenarkan bahwa berdasarkan keterangan pegawai restoran, CCTV di lokasi sudah tidak aktif sejak sekitar tiga bulan sebelum peristiwa hilangnya Jesslyn. “Kebetulan di lokasi kejadian itu tidak ada bukti berupa rekaman CCTV karena menurut pegawai restoran, CCTV tersebut sudah tidak berfungsi sejak tiga bulan yang lalu,” kata Andi. Ia mengaku heran kamera pengawas tersebut tidak segera diperbaiki mengingat CCTV merupakan perangkat penting untuk keamanan.

Baca juga:

Meski tidak memiliki rekaman CCTV dari lokasi utama, Andi mengatakan penyidik masih memiliki petunjuk lain, salah satunya keterangan saksi yang berada di lokasi saat Jesslyn terakhir terlihat. “Kalau menyimpulkan alat bukti itu sebenarnya kewenangan penyidik. Tapi dari sisi hukum ada beberapa saksi yang menyaksikan di tempat kejadian, yakni pegawai restoran dengan dua orang tukang parkir,” katanya.

Menurut Evan, para saksi tersebut memberikan keterangan yang sama kepada penyidik saat olah tempat kejadian perkara (TKP). “Saksi dari pegawai restoran di dalam, kemudian ada juga di luar dari tukang parkir. Tukang parkirnya ada dua orang. Itu semua keterangannya sudah dimintai oleh pihak kepolisian. Pada saat olah TKP mereka memberikan keterangan yang sama,” ujar Evan.

Baca juga:

Kronologi Dugaan Penculikan

Sebelumnya, atlet golf putri Jesslyn Wijaya Lay (32) diduga menjadi korban penculikan saat menghadiri perayaan ulang tahun neneknya di Restoran Saung Kita, Mangga Besar, Jakarta Pusat, pada Senin (13/7/2026). Pihak kepolisian mengungkap Jesslyn terdeteksi melakukan perjalanan ke Malaysia lewat Semarang, sehari setelah peristiwa dugaan penculikan tersebut terjadi.

Hingga berita ini diturunkan, Evan berharap penyidik dapat segera memperoleh petunjuk baru dari rekaman CCTV di sekitar lokasi untuk mengungkap keberadaan Jesslyn yang belum diketahui. “Saya fokus berkomunikasi dengan pihak kepolisian untuk mencari bukti-bukti dan petunjuk-petunjuk baru supaya Jesslyn bisa cepat ditemukan dan kembali menjalani kehidupannya yang normal,” tutup Evan.