Media Kampung, Jakarta – Hari Kamis, 27 Agustus 2026, aktivitas di Jakarta dipengaruhi oleh aksi demonstrasi yang berlangsung di sekitar Gedung DPR/MPR RI, Senayan. Masyarakat yang beraktivitas di ibu kota disarankan untuk memantau kondisi lalu lintas secara real-time melalui layanan CCTV online yang disediakan di beberapa titik strategis, khususnya sekitar lokasi aksi.
Demo yang dipusatkan di kawasan DPR/MPR RI menyebabkan potensi kepadatan dan pengalihan arus lalu lintas. Pihak kepolisian dan Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta telah menyiapkan rekayasa lalu lintas secara situasional untuk mengantisipasi pergerakan massa dan kemacetan di beberapa ruas jalan yang berdekatan dengan titik aksi.
Dishub DKI menyiagakan total 120 petugas dalam dua shift, mulai dari pukul 07.00 hingga 19.00 WIB, untuk mengatur lalu lintas dan membantu kelancaran perjalanan warga. Kepala Dishub DKI Jakarta, Budi Awaluddin, menegaskan pentingnya masyarakat mengikuti arahan petugas dan menggunakan jalur alternatif apabila terjadi pengalihan arus.
Ruas Jalan Letjen S. Parman sisi selatan, dari Semanggi sampai Simpang Slipi, menjadi salah satu jalur yang berpotensi terdampak kepadatan. Jika kemacetan terjadi, kendaraan dari arah Cawang menuju kawasan DPR/MPR akan dialihkan melalui Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Sisingamangaraja, Jalan Asia Afrika, dan Jalan Patal Senayan. Sementara kendaraan dari Tomang menuju Cawang dapat melewati Jalan Tomang Raya, Jalan Balikpapan, Jalan Suryopranoto, dan Jalan Juanda.
Untuk memudahkan masyarakat mengetahui kondisi terkini, tersedia layanan CCTV online yang mengarah ke kawasan depan Gedung DPR/MPR RI dan sejumlah titik lain di Jakarta. Layanan ini dapat digunakan untuk memantau situasi lalu lintas secara langsung sebelum melakukan perjalanan, terutama bagi pengendara yang akan melewati kawasan terdampak aksi demo.
Pemerintah melalui Kepala Badan Komunikasi (Bakom) RI, Muhammad Qodari, menyampaikan bahwa pemerintah menghormati pelaksanaan aksi unjuk rasa yang merupakan bagian dari demokrasi. Pemerintah menekankan bahwa aksi demonstrasi harus dilakukan sesuai dengan aturan yang berlaku dan tidak memandangnya sebagai sesuatu yang khusus selama berjalan tertib dan aman.
Terdapat beberapa kelompok yang akan melakukan aksi pada hari tersebut, antara lain Aliansi Masyarakat Pati Bersatu dari Jawa Tengah, Relawan Madura Pengawal Program Presiden Prabowo dari Jawa Timur, serta Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat yang terdiri dari 14 organisasi mahasiswa dan masyarakat sipil dengan tagar #MerebutKembaliIndonesia.
Masyarakat yang akan melintas di kawasan sekitar demo disarankan untuk mengantisipasi perjalanan dan memanfaatkan jalur alternatif serta memantau kondisi lalu lintas lewat CCTV agar dapat menghindari kepadatan dan gangguan perjalanan. Petugas juga akan terus menyesuaikan pengaturan arus lalu lintas berdasarkan perkembangan situasi di lapangan.
Dengan persiapan dan koordinasi yang matang, diharapkan pelaksanaan demo dapat berjalan lancar tanpa menimbulkan gangguan berlebihan bagi aktivitas warga Jakarta.














Tinggalkan Balasan