Media Kampung – Rekaman CCTV Palembang pada sore 21 April 2026 menunjukkan hujan deras menggenangi sejumlah ruas jalan utama, memicu kemacetan berkepanjangan.
Hujan dengan intensitas sedang hingga deras terus mengguyur kota, menyebabkan genangan air pada titik-titik strategis seperti Demang Lebar Daun, Simpang Polda, dan Simpang Celentang.
Di lokasi Simpang Celentang, air menggenang setinggi setengah meter, memaksa pengendara sepeda motor berhenti dan mendorong kendaraan ke pinggir jalan.
Rendi, salah satu pengendara yang terpaksa melintasi genangan, mengaku motor mati seketika karena air mencapai knalpot.
Pengendara lain, Hilman, memilih memutar balik demi menghindari risiko terjebak di dalam air yang lebih dalam.
Wawan, pengendara motor lainnya, melaporkan motor mogok setelah air masuk ke ruang bakar, menambah kepanikan di antara pengguna jalan.
Petugas kebersihan kota segera menurunkan pompa penyedot air di beberapa titik kritis, namun kapasitas drainase masih terbatas.
Nina, petugas teknis pemkot, menjelaskan bahwa curah hujan tinggi dalam waktu singkat melebihi daya tampung sistem saluran pembuangan.
Data BMKG mencatat curah hujan mencapai 120 mm dalam tiga jam terakhir, melebihi rata-rata bulanan kota.
Akibat banjir, lebih dari dua puluh kendaraan roda dua melaporkan kerusakan mesin akibat masuknya air.
Pengemudi taksi dan bus juga melaporkan penurunan kecepatan rata-rata hingga 20 km/jam di jalan yang terendam.
Warga sekitar mengeluhkan penurunan kualitas jalan setelah air surut, dengan retakan dan lubang muncul di permukaan.
Pemerintah kota berjanji mempercepat perbaikan infrastruktur drainase guna mengurangi risiko serupa di masa depan.
Sejumlah wilayah seperti Angkatan 66, Angkatan 45, dan Kambang Iwak dilaporkan masih memiliki genangan air yang menghambat arus lalu lintas.
Petugas kepolisian menegaskan pentingnya tidak melanggar peraturan lalu lintas dengan menembus genangan yang belum dapat dilalui.
Beberapa kendaraan darurat harus mengambil rute alternatif melalui Jalan Kol H. Barlian untuk mencapai titik kejadian.
Kondisi cuaca diperkirakan tetap tidak menentu hingga akhir pekan, menambah beban penanganan banjir.
Warga diminta untuk tetap waspada dan mengikuti informasi resmi melalui kanal resmi pemkot.
Media lokal melaporkan bahwa penggunaan CCTV kota semakin penting dalam memantau situasi darurat secara real time.
Rekaman CCTV juga membantu pihak berwenang mengidentifikasi titik rawan dan menilai kerusakan infrastruktur secara akurat.
Penggunaan teknologi pengawasan ini diharapkan menjadi bagian integral dalam perencanaan mitigasi bencana kota.
Seluruh data rekaman akan disimpan selama enam bulan untuk keperluan evaluasi kebijakan penanggulangan banjir.
Warga yang mengalami kerugian dapat mengajukan klaim asuransi kendaraan dengan melampirkan bukti visual dari CCTV.
Pemerintah kota membuka layanan pengaduan daring khusus banjir, memudahkan masyarakat melaporkan kondisi terkini.
Tim teknis pemkot akan melakukan audit lengkap terhadap jaringan drainase selama dua minggu ke depan.
Jika hasil audit menunjukkan kebutuhan peningkatan kapasitas, anggaran tambahan akan diajukan dalam rapat dewan kota.
Ke depan, pemkot berencana menambah jumlah kamera CCTV di wilayah rawan banjir untuk meningkatkan respons cepat.
Dengan dukungan data visual, diharapkan kebijakan mitigasi dapat lebih tepat sasaran dan efektif.
Situasi kini mulai mereda seiring hujan berkurang, namun genangan masih mengganggu lalu lintas pada beberapa ruas.
Pengendara diimbau tetap berhati-hati dan mengikuti petunjuk petugas saat melanjutkan perjalanan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan