Media Kampung – Piala Dunia 2026 di Meksiko diwarnai fenomena kursi kosong di sejumlah stadion, terutama pada laga Korea Selatan vs Republik Ceko di Guadalajara. Meski FIFA mencatat kehadiran 44.985 penonton dari kapasitas 45.664 kursi, pemandangan tribun bawah yang kosong melompong memicu kritik tajam. Harga tiket yang dinilai terlalu mahal menjadi sorotan utama, dengan rata-rata harga sekitar 500 dolar AS per pertandingan.

Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum bahkan menyerahkan tiket laga pembuka Meksiko vs Afrika Selatan kepada seorang penggemar perempuan muda karena menganggap harga tiket terlalu tinggi bagi warga. Tiket pertandingan dijual dengan harga rata-rata sekitar USD 3.000, jauh di atas pendapatan bulanan mayoritas masyarakat.

FIFA membantah adanya masalah permintaan. Mereka mengklaim tiket telah terjual habis dan data kehadiran didasarkan pada pemindaian barcode, bukan visual. FIFA menyatakan banyak penonton memilih berdiri atau berpindah tempat, sehingga kursi tampak kosong meski tiket telah dipindai. Namun, klaim ini justru menjadi bahan lelucon di media sosial.

Kelompok suporter Football Supporters Europe (FSE) mencatat harga tiket Piala Dunia 2026 melonjak lima kali lipat dibanding edisi 2022 di Qatar. Sistem dynamic pricing dan ulah calo disebut memperparah situasi. Meski demikian, pertandingan pembuka di Stadion Azteca yang mempertemukan Meksiko dan Afrika Selatan tetap dipadati lebih dari 80.000 penonton.

Fenomena kursi kosong ini menjadi ujian bagi FIFA dan panitia lokal untuk mengevaluasi strategi harga tiket dan aksesibilitas stadion. Jika tidak segera diatasi, atmosfer turnamen terancam terus dihantui bangku kosong hingga babak gugur.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.