Media Kampung, Jakarta – Polres Metro Jakarta Pusat mengungkap perkembangan baru dalam penyelidikan dugaan penculikan atlet golf putri Jesslyn Wijaya Lay. Berdasarkan manifes penerbangan, Jesslyn diketahui meninggalkan Indonesia menuju Kuala Lumpur, Malaysia, melalui Semarang pada 14 Juli, sehari setelah peristiwa yang dilaporkan.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra menjelaskan, Jesslyn berangkat bersama dua orang yang memiliki hubungan keluarga, termasuk ayahnya. “Namun, setelah kita lakukan rangkaian kegiatan, ternyata yang bersangkutan, kejadian tersebut tanggal 13, tanggal 14 yang bersangkutan ada di Semarang meninggalkan Indonesia menuju Kuala Lumpur berdasarkan manifes yang kami terima bersama dengan dua orang lainnya yang diketahui ada hubungan keluarga dengan J,” kata Roby, Selasa (21/7).

Baca juga:

Polisi masih mengundang kedua orang tersebut, termasuk ayah Jesslyn, untuk memberikan keterangan. Roby menambahkan, penyidik masih mendalami apakah peristiwa yang dilaporkan merupakan tindak pidana. Fakta di lapangan menunjukkan adanya dugaan korban dibawa secara paksa ke dalam mobil oleh empat hingga lima orang. “Kami dari Polres Metro Jakarta Pusat masih melakukan serangkaian kegiatan untuk memastikan apakah peristiwa ini sebuah perbuatan pidana atau tidak,” ujarnya.

Baca juga:

Dalam proses penyelidikan, polisi tidak menemukan rekaman CCTV yang mengarah ke lokasi kejadian. Namun, sejumlah saksi mengaku melihat peristiwa tersebut. “Untuk CCTV di lokasi, kebetulan tidak ditemukan CCTV yang mengarah ataupun merekam kejadian tersebut. Namun, keterangan saksi-saksi yang ada di lokasi memang menyampaikan ada kejadian tersebut,” ucap Roby.

Baca juga:

Hingga kini, belum ada indikasi permintaan uang tebusan. Motif di balik peristiwa tersebut masih didalami. Kasus ini bermula dari laporan dugaan penculikan Jesslyn saat menghadiri perayaan ulang tahun neneknya di sebuah restoran di kawasan Mangga Besar, Sawah Besar, Jakarta Pusat, pada 13 Juli. Laporan dibuat oleh teman korban berinisial NA pada 16 Juli, sebelum akhirnya dicabut pada 19 Juli. Kuasa hukum pelapor menyebut Jesslyn diduga dibawa paksa oleh lima pria dan sejak saat itu tidak bisa dihubungi, sementara kuasa hukum keluarga memperoleh informasi bahwa Jesslyn diduga berada di Malaysia.