Media Kampung – Pemerintah Malaysia menganggarkan hampir 1 miliar ringgit atau sekitar Rp4,4 triliun untuk memperbaiki fasilitas toilet di sekolah-sekolah di seluruh negeri. Langkah ini diungkapkan langsung oleh Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, saat memperingati Hari Guru Nasional ke-55 di Ipoh, Perak, pada Sabtu, 16 Mei 2026.
Anwar menjelaskan bahwa dana besar tersebut dibutuhkan karena banyak toilet sekolah yang tidak mendapatkan perawatan selama lebih dari dua dekade. “Kita menghabiskan hampir 1 miliar ringgit, saya berpikir, mengapa negara menghabiskan 1 miliar ringgit untuk memperbaiki toilet? Karena toilet-toilet itu belum diperbaiki selama 20 tahun. Tapi Alhamdulillah, kita telah bertindak,” ujarnya dalam pidatonya di Kuala Lumpur.
Rencana ini sebenarnya sudah disampaikan Anwar sejak awal tahun lalu. Ia menilai kebersihan toilet sekolah bukan hanya soal fasilitas fisik, tetapi juga bagian penting dalam membentuk karakter siswa. Selain mengajarkan kebersihan, fasilitas tersebut juga mendukung kebutuhan siswa Muslim untuk berwudhu sebelum menjalankan ibadah.
Perhatian Anwar terhadap kondisi toilet sekolah sudah sering ia sampaikan dalam berbagai kesempatan, termasuk pada peringatan Hari Guru sebelumnya. Bahkan, ia dengan santai menanggapi julukan “Menteri Toilet” yang sempat disematkan padanya. “Jika orang-orang menyebut saya ‘Perdana Menteri Toilet’, tidak apa-apa, saya tidak peduli. Tapi bayangkan, anak-anak kita pergi ke sekolah, toiletnya tidak terawat,” katanya.
Selain fokus pada perbaikan fasilitas, Anwar juga menekankan bahwa pendidikan harus mampu menanamkan nilai moral dan kepedulian sosial, tidak hanya kecerdasan akademik. Ia mengaitkan pandangannya dengan buku “Excellence Without a Soul” karya ilmuwan Harry Lewis yang mengkritik perguruan tinggi elit Amerika Serikat yang meski memiliki fasilitas dan mahasiswa cerdas, kurang menyentuh realitas sosial di sekitarnya.
Dengan alokasi anggaran sebesar Rp4,4 triliun untuk perbaikan toilet sekolah, Malaysia berusaha memastikan lingkungan belajar yang lebih sehat dan mendukung bagi siswa. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan karakter generasi muda di negara tersebut.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan