Media Kampung – Kesiapan dan antusias siswa SD Negeri Kutogirang, Mojokerto, tampak nyata dalam pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA) yang diadakan pekan ini. Suasana kondusif dan semangat tinggi menjadi ciri utama kegiatan tersebut.

Kepala BBPMP Provinsi Jawa Timur, Praptono, memimpin tim pengawas dalam kunjungan ke sekolah tersebut bersama Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto, Amsar Azhari Siregar, serta staf pendukung. Kedatangan mereka bertujuan memastikan pelaksanaan TKA berjalan lancar dan tertib.

Observasi di SD Negeri Kutogirang menunjukkan persiapan materi tes sudah lengkap dan ruang ujian terorganisir dengan baik. Guru-guru mengawasi proses distribusi lembar soal serta menjaga ketertiban peserta.

Para siswa menampilkan sikap percaya diri dan fokus saat mengerjakan soal, tanpa tanda-tanda kegelisahan. Hal ini mencerminkan keberhasilan sekolah dalam menyiapkan peserta didik menghadapi evaluasi nasional.

SDN Kutogirang dikenal sebagai sekolah Adiwiyata mandiri yang mengedepankan pembelajaran berbasis alam. Pendekatan ini mendukung terciptanya lingkungan belajar yang sehat dan ramah lingkungan.

Sekolah menerapkan kebijakan bebas plastik dalam penyediaan makanan dan minuman, sehingga ruang kelas tetap bersih dan bebas sampah. Kebijakan tersebut juga berdampak positif pada kenyamanan siswa selama mengikuti TKA.

Kondisi lingkungan yang bersih dan asri membantu siswa berkonsentrasi tanpa gangguan eksternal. Ruang kelas yang didesain dengan ventilasi alami memperkuat rasa nyaman peserta ujian.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, sebelumnya menekankan pentingnya objektivitas, kejujuran, dan suasana menyenangkan dalam TKA. Pernyataannya menegaskan agar tidak menimbulkan rasa takut di antara peserta.

“Tes ini mengusung nilai jujur dan gembira, tidak perlu ada yang menakut‑nakuti siswa,” ujar Mendikdasmen Mu’ti dalam konferensi pers di Jakarta. Ia menambahkan bahwa TKA bukan penentu kelulusan, melainkan alat evaluasi.

Tujuan utama TKA adalah mengukur kemampuan akademik tiap murid untuk perbaikan mutu pendidikan nasional. Data hasil tes menjadi acuan bagi sekolah dan pemerintah dalam merumuskan strategi pembelajaran.

Pemetaan kompetensi yang dihasilkan memberikan gambaran tentang kekuatan dan kelemahan masing‑masing bidang pelajaran. Informasi ini memungkinkan perencanaan intervensi yang lebih tepat sasaran.

Kerja sama antara pihak sekolah, guru, dan pengawas terbukti efektif dalam menciptakan suasana ujian yang tenang. Dukungan administratif dan logistik dari Dinas Pendidikan Mojokerto memperlancar proses pelaksanaan.

Selama pelaksanaan, tidak ada laporan pelanggaran atau kecurangan yang terdeteksi. Pengawas secara ketat menegakkan protokol keamanan dan integritas tes.

Para siswa menyelesaikan seluruh soal dalam waktu yang ditentukan tanpa tekanan berlebih. Hasil sementara menunjukkan tingkat kehadiran penuh dan partisipasi aktif.

Lingkungan belajar yang mengedepankan nilai-nilai kejujuran dan keterbukaan menjadi faktor kunci keberhasilan TKA di sekolah ini. Budaya sekolah yang menekankan kebersamaan turut memperkuat rasa percaya diri peserta.

Setelah selesai, tim BBPMP melakukan evaluasi lapangan untuk mengidentifikasi hal‑hal yang dapat ditingkatkan pada pelaksanaan berikutnya. Masukan dari guru dan siswa juga dikumpulkan sebagai bahan perbaikan.

Secara keseluruhan, kunjungan Praptono ke SDN Kutogirang menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung standar pendidikan nasional. Keberhasilan ini diharapkan dapat direplikasi di sekolah lain di Kabupaten Mojokerto.

Ke depan, pihak sekolah berencana memperluas program Adiwiyata dengan melibatkan lebih banyak siswa dalam kegiatan lingkungan. Upaya ini diharapkan meningkatkan kesadaran ekologis sekaligus mendukung prestasi akademik.

Dengan dukungan berkelanjutan dari pemerintah, guru, dan orang tua, harapannya TKA akan terus menjadi instrumen yang membantu meningkatkan kualitas pendidikan di tingkat dasar. Semangat kesiapan dan antusias siswa menjadi bukti nyata potensi generasi muda Jawa Timur.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.