Media Kampung – Investor asing mencatatkan beli bersih (net buy) sebesar Rp 442,05 miliar di pasar saham Indonesia pada pekan lalu, berbalik dari aksi jual bersih Rp 1,73 triliun pada pekan sebelumnya. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menjadi saham favorit dengan net buy Rp 557,1 miliar, diikuti PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) Rp 244 miliar dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp 237,4 miliar.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 13-17 Juli 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 4,24% secara mingguan ke level 6.175. Rata-rata nilai transaksi harian melonjak 36,25% menjadi Rp 13,99 triliun, volume harian naik 27,75% menjadi 26,17 miliar saham, dan frekuensi harian meningkat 24,60% menjadi 2,33 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar BEI juga naik 3,95% menjadi Rp 10.749 triliun.

Baca juga:

Saham-saham perbankan menjadi pilar utama penguatan IHSG. BMRI menyumbang 32,66 poin dengan kenaikan 9,8% dalam sepekan, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menyumbang 26,47 poin (naik 4,86%), dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menyumbang 26,27 poin (naik 6,45%).

Di sisi lain, saham yang paling banyak dilepas asing adalah PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) sebesar Rp 187,9 miliar, diikuti PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Rp 96,5 miliar, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) Rp 93,6 miliar, dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) Rp 67,7 miliar.

Baca juga:

Meski terjadi aksi beli asing yang signifikan, secara kumulatif year-to-date investor asing masih mencatatkan jual bersih sebesar Rp 75,71 triliun. Hal ini menunjukkan bahwa tekanan jual asing sepanjang tahun belum sepenuhnya mereda meskipun terjadi pembalikan arus dalam sepekan terakhir.

Pada perdagangan Jumat, 17 Juli 2026, net buy asing tercatat Rp 725,11 miliar dengan BBCA memimpin net buy Rp 698,3 miliar, BMRI Rp 374,8 miliar, dan BBRI Rp 267,7 miliar. Namun, pada sesi I perdagangan Senin, 20 Juli 2026, asing kembali mencatatkan jual bersih Rp 302,86 miliar, dengan BMRI menjadi saham yang paling banyak dilepas.

Baca juga: