Media Kampung, Bangka — Sebanyak 19 gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Bangka belum dibangun karena terkendala aset lahan dan lokasi yang tidak strategis. Belasan gerai tersebut tersebar di tujuh dari delapan kecamatan yang ada.
Kepala Bidang Koperasi dan UMKM Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (DinPMPTSPKUKM) Bangka, Baharudin, mengatakan 19 gerai KDMP dominan berada di wilayah pedesaan. Kendala utamanya adalah aturan wajib aset atau lahan desa serta lokasi yang kurang strategis.
“Belasan koperasi ini dalam proses pencarian lahan. Ada yang terkendala lahan desa karena lokasinya tidak strategis,” kata Baharudin kepada RRI, Kamis (16/7/2026).
Target Pembangunan Fisik
Baharudin menjelaskan, pihaknya terus berupaya mempercepat penyelesaian kendala untuk mengejar target pembangunan fisik hingga 100 persen. Total KDMP yang akan dibangun di Kabupaten Bangka sebanyak 81 unit. Sekitar 14 unit sudah rampung 100 persen, dan 53 unit lainnya masih dalam proses penyelesaian bangunan fisik.
“Penyelesaian bangunan fisik sebanyak 53 unit ini ditargetkan selesai hingga akhir Juli 2026,” ujarnya. Pasalnya, KDMP akan dilaunching secara serentak untuk tahap II oleh Presiden Prabowo Subianto pada Agustus mendatang.
Dukungan Pemerintah Daerah
Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Bangka, Asep Setiawan, mengakui adanya kendala tersebut. Namun ia berharap permasalahan ini dapat teratasi dengan cepat dan baik.
“Mudah-mudahan kendala perselisihan lahan bisa diselesaikan dengan baik dan ada percepatan agar bisa maju bersama,” ujarnya. Ia menyebut pemerintah daerah mendukung penuh dan membantu memfasilitasi program KDMP karena bertujuan memperkuat ekonomi masyarakat.























Tinggalkan Balasan