Media Kampung, Polisi di berbagai daerah terus meningkatkan pengawasan dan pengamanan untuk menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat. Beberapa kasus menonjol terjadi dalam sepekan terakhir, mulai dari pengungkapan kasus kriminal hingga pengawasan program pemerintah.

Di Medan, polisi mengungkap penyebab kematian seorang ASN BPN Nias berinisial AL (27) yang ditemukan tewas di apartemen Skyview. Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Adrian Lubis menjelaskan bahwa korban meninggal setelah jatuh dari lantai 12. Peristiwa bermula saat korban memesan jasa layanan seksual melalui aplikasi dan bernegosiasi dengan dua wanita, FR (31) dan JS (29). Setelah terjadi perselisihan soal biaya tambahan, korban diduga jatuh. Kedua wanita tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka.

Polres Jember Bongkar 25 Kasus Narkoba dalam Sebulan, 31 Tersangka Diamankan
Baca juga:
Polres Jember Bongkar 25 Kasus Narkoba dalam Sebulan, 31 Tersangka Diamankan

Sementara itu, di Malang, seorang korban pelecehan berinisial R (24) berencana melaporkan oknum kernet bus MTrans ke polisi. Peristiwa pelecehan terjadi pada 11-12 Juli 2026 saat R menumpang bus rute Malang-Denpasar. Manajemen MTrans menyatakan dukungannya terhadap langkah hukum yang akan ditempuh korban.

Di Jakarta Barat, polisi menangkap seorang pria berinisial N (26) yang mengedarkan obat keras jenis tramadol berkedok warung kelontong di Kalideres. Dari penggeledahan, polisi menyita 88 butir tramadol dan uang tunai Rp 4.698.000. Pelaku dijerat dengan Undang-Undang Kesehatan.

Mayat Bayi Laki-laki Ditemukan Mengambang di Sungai Kembiritan, Banyuwangi
Baca juga:
Mayat Bayi Laki-laki Ditemukan Mengambang di Sungai Kembiritan, Banyuwangi

Di Pamekasan, polisi melakukan uji food safety terhadap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Kemala Bhayangkari. Seksi Kedokteran dan Kesehatan Polres Pamekasan memeriksa seluruh sampel makanan yang akan disajikan ke siswa. Hasil uji menunjukkan tidak ada kandungan zat berbahaya seperti formalin, arsenik, sianida, atau nitrit.

Sementara itu, kasus kematian Dokter Icha di NTT terus diusut. Dirreskrimum Polda NTT Kombes Pol Sigit Haryono menyatakan bahwa polisi telah memeriksa 36 saksi, termasuk tiga oknum anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara yang diduga melakukan intimidasi terhadap dokter tersebut sebelum meninggal dunia.

Kemenhaj Perkuat Layanan di Tanah Suci dengan Aplikasi Kawal Haji
Baca juga:
Kemenhaj Perkuat Layanan di Tanah Suci dengan Aplikasi Kawal Haji