Media Kampung – Mayat bayi laki-laki ditemukan mengambang di aliran Sungai Kembiritan, Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng, Banyuwangi pada Selasa 21 April 2024.
Penemuan tersebut dilaporkan oleh seorang warga bernama Ferdi yang sedang pulang dari memancing sekitar pukul 17.00 WIB.
Ferdi menyatakan bahwa ia melihat tubuh bayi terdampar di antara tumpukan sampah di pinggir sungai dan segera melaporkan temuan itu ke perangkat desa setempat.
Informasi dari desa kemudian disalurkan ke Polsek Genteng, yang menugaskan Kapolsek Kompol Edy Priswanto dan Kanit Reskrim Ipda Sujarwadi untuk menindaklanjuti.
Tim kepolisian bersama tim medis tiba di lokasi tak lama setelah laporan diterima, melakukan pemeriksaan visual, dan memutuskan untuk mengevakuasi mayat tersebut.
Mayat bayi dalam kondisi membusuk ketika ditemukan, menandakan kematian telah terjadi beberapa jam sebelumnya.
Setelah evakuasi, tubuh bayi dibawa ke RSUD Blambangan untuk proses otopsi dan penyelidikan lanjutan.
Kapolsek Edy menegaskan bahwa penyelidikan akan difokuskan pada identifikasi identitas korban serta penyebab kematian.
Kanit Reskrim Sujarwadi menambahkan bahwa pihaknya akan memeriksa jejak digital dan saksi di sekitar lokasi untuk mengumpulkan bukti.
Warga sekitar menyatakan keprihatinan mendalam atas kejadian ini, mengingat daerah tersebut biasanya tenang dan jarang terjadi insiden serupa.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan di tepi sungai demi mencegah kontaminasi lingkungan.
Investigasi awal menunjukkan tidak ada tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh bayi, namun otopsi akan memastikan hal tersebut.
Petugas medis mencatat bahwa suhu tubuh bayi sudah tidak terdeteksi, mengindikasikan waktu kematian yang belum pasti.
Polisi juga berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat untuk memastikan prosedur penanganan jenazah sesuai standar.
Sejumlah organisasi kemanusiaan menawarkan bantuan psikologis bagi keluarga korban serta warga yang terdampak secara emosional.
Desa Kembiritan berencana mengadakan pertemuan warga untuk membahas langkah pencegahan dan peningkatan keamanan lingkungan.
Pihak kepolisian menegaskan tidak ada indikasi kejahatan terorganisir terkait penemuan mayat bayi ini.
Namun, semua kemungkinan, termasuk kecelakaan atau kelalaian, akan dipertimbangkan dalam proses penyelidikan.
RSUD Blambangan akan mengirimkan hasil otopsi ke kantor polisi dalam waktu satu minggu setelah pemeriksaan selesai.
Jika hasil otopsi menunjukkan penyebab kematian alami, penyelidikan akan dialihkan ke pihak medis untuk penanganan lebih lanjut.
Jika ditemukan faktor kriminal, tim investigasi akan memperluas pencarian saksi dan bukti digital.
Wali kota Banyuwangi mengeluarkan pernyataan resmi, menyatakan keprihatinan mendalam dan menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menuntaskan kasus ini.
Ia juga meminta agar masyarakat tetap tenang dan memberikan dukungan kepada aparat keamanan serta tenaga medis.
Sejumlah media lokal melaporkan kejadian ini dengan menekankan pentingnya kesadaran lingkungan dan keamanan anak di wilayah pedesaan.
Penggunaan kata kunci “mayat bayi” telah menjadi fokus utama dalam pencarian informasi terkait kasus ini di mesin pencari.
Hingga saat ini, identitas lengkap bayi belum dapat diungkap, karena tidak ada dokumen atau tanda pengenal yang ditemukan bersama jenazah.
Pihak kepolisian masih membuka jalur informasi bagi siapa pun yang memiliki petunjuk terkait identitas atau penyebab kematian bayi tersebut.
Kondisi terakhir, tubuh bayi telah ditempatkan di ruang otopsi RSUD Blambangan dan penyelidikan masih berjalan aktif.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan