Media Kampung, PasuruanKoperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Wonokerto, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, tidak hanya sukses mengelola usaha ritel modern dengan omzet ratusan juta rupiah per bulan. Kini, koperasi tersebut memperluas lini usahanya ke sektor perkebunan dengan mengelola kebun mangga alpukat seluas 2,3 hektare.

Lahan perkebunan tersebut merupakan tanah kas desa yang sebelumnya dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (Bumdes). Kini, pengelolaan sepenuhnya dipercayakan kepada KDMP sebagai bagian dari pengembangan unit usaha koperasi.

Kepala Desa Wonokerto, Sugiono, mengatakan pengelolaan kebun mangga alpukat merupakan upaya untuk memperkuat perekonomian koperasi sekaligus mengoptimalkan potensi unggulan desa. “Sebagai upaya memperluas usaha, KDMP juga mengelola kebun mangga alpukat seluas 2,3 hektare,” ujar Sugiono, Selasa (14/7/2026).

Sentra Mangga Alpukat Sejak 2018

Desa Wonokerto telah dikenal sebagai sentra mangga alpukat sejak 2018. Buah dengan cita rasa manis dan daging tebal tersebut telah menjadi ikon kebanggaan daerah yang dikenal di berbagai wilayah Indonesia. Popularitas mangga alpukat Wonokerto terus meningkat dari tahun ke tahun.

Saat memasuki musim panen, permintaan datang dari berbagai kota di Pulau Jawa hingga luar pulau. Sugiono menjelaskan panen raya mangga alpukat diperkirakan berlangsung pada November hingga Desember mendatang. Pada periode tersebut, pesanan biasanya datang dari sejumlah daerah seperti Jakarta, Bandung, Medan, Pekanbaru, serta berbagai kota lainnya. “Panen raya biasanya nanti bulan 11 hingga bulan 12. Pesanan mangga biasanya dari Jakarta, Bandung, Medan, Pekanbaru dan daerah lainnya,” katanya.

Diversifikasi Usaha Koperasi

Melalui pengelolaan kebun mangga alpukat, KDMP Wonokerto diharapkan tidak hanya mengandalkan pendapatan dari sektor ritel, tetapi juga mampu mengembangkan bisnis berbasis potensi lokal yang selama ini telah menjadi komoditas unggulan desa. Langkah ini sekaligus memperkuat perekonomian koperasi dan desa secara keseluruhan.