Media Kampung – Sebuah curhatan pengurus Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Jawa Timur viral di media sosial. Dalam tulisannya, ia mengungkapkan adanya kesimpangsiuran dalam pengelolaan koperasi tersebut, terutama terkait sistem yang belum tersosialisasikan dengan baik.

Pengurus yang namanya tidak disebutkan itu mengonfirmasi bahwa tulisan tersebut memang dibuatnya, namun ia menegaskan bahwa itu adalah notulensi internal untuk anggota koperasi, bukan untuk publik. Ia mengaku tidak bermaksud menyudutkan pihak mana pun, melainkan untuk meningkatkan kesadaran pengurus mengenai sistem yang akan dijalankan.

Menurutnya, masih banyak kebingungan di kalangan pengurus mengenai perbedaan antara sistem koperasi pada umumnya dengan KDMP, baik dari segi organisasi maupun pengelolaan. Salah satu yang menjadi pertanyaan adalah status dan proses pelaporan barang dagangan, karena saat ini mereka masih menjual stok barang yang sudah ada.

“Ini yang harus didudukkan bersama. Statusnya seperti apa, pelaporannya nanti juga seperti apa, karena sistem dari Agrinas yang sudah jalan pelaporannya langsung ke Agrinas,” ujarnya saat dikonfirmasi pada Minggu, 28 Juni 2026.

Ia mengaku bahwa kehadiran KDMP disambut baik oleh anggota koperasi yang sudah ada sebelumnya. Namun, karena ada temuan berbeda, ia mencoba mengonfirmasi ke dinas terkait, tetapi hasilnya belum jelas. Ia berharap pemerintah dan Agrinas dapat melakukan sosialisasi yang lebih masif agar KDMP benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat desa.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.