Media Kampung, Jawa Timur – Wisata Gunung Bromo resmi ditutup total mulai Sabtu malam pukul 22.00 WIB akibat kebakaran hutan dan lahan yang meluas di kawasan tersebut. Penutupan ini bertujuan untuk menjamin keselamatan wisatawan sekaligus memfokuskan upaya pemadaman api oleh petugas.

Kebakaran yang pertama kali terdeteksi pada Senin lalu terus meluas akibat cuaca panas dan angin kencang, mengancam vegetasi dan area wisata di sekitar Gunung Bromo. Luasan area terdampak kini mencapai sekitar 176,20 hektare dengan api mulai merambat ke tebing wilayah Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.

Baca juga:

Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) menutup seluruh akses masuk kawasan wisata, termasuk pintu Cemorolawan (Probolinggo), Wonokitri (Pasuruan), Jemplang dan Coban Trisula (Malang), serta Senduro (Lumajang). Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, menyatakan kebijakan ini diambil untuk efektivitas pemadaman sekaligus menjaga keamanan pengunjung.

Pengunjung yang sudah membeli tiket secara online untuk masa penutupan diberikan opsi penjadwalan ulang atau pengembalian dana dengan mengisi formulir melalui aplikasi booking. Selain itu, masyarakat dan pelaku jasa wisata dihimbau untuk menghentikan aktivitas di kawasan TNBTS dan menjaga kawasan dari potensi kebakaran dengan memperhatikan penggunaan api.

Baca juga:

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Timur, Satriyo Nurseno, menyampaikan bahwa pemantauan terus dilakukan karena kobaran api masih terus merambat ke beberapa area. Penutupan akan berlangsung sampai kondisi kebakaran dapat dikendalikan dan waktu pembukaan kembali belum ditentukan.

Situasi ini penting diperhatikan agar keselamatan pengunjung dan kelestarian kawasan wisata Gunung Bromo tetap terjaga. Pengelola juga berkomitmen memberikan informasi terbaru terkait perkembangan pemadaman kebakaran dan status pembukaan kawasan wisata.

Baca juga: