Media Kampung, BekasiIndonesia Muaythai Championship (IMC) 2026 resmi berakhir di GOR Bang Yan, Kota Bekasi, dengan persaingan ketat antar kontingen daerah. Jawa Barat berhasil menjadi pengumpul medali terbanyak secara keseluruhan, sementara Jawa Timur menunjukkan dominasi pada kategori Master Elite. DKI Jakarta juga memperkuat posisi mereka di papan atas kejuaraan ini.

Dominasi Jawa Barat dan Jawa Timur

Berdasarkan rekapitulasi medali IMC 2026, Jawa Barat mengumpulkan total 138 medali dengan rincian 40 emas, 50 perak, dan 48 perunggu. Sementara itu, Jawa Timur meraih posisi kedua dengan total 55 medali, terdiri dari 30 emas, 13 perak, dan 12 perunggu. Jawa Timur unggul secara khusus pada kategori Master Elite usia 18-40 tahun dengan meraih 11 medali emas, 3 perak, dan 1 perunggu, menempatkan mereka di puncak klasemen kategori ini.

Baca juga:

Pencapaian dan Evaluasi Jawa Timur

Ketua Pengprov Muaythai Indonesia Jawa Timur, Baso Juherman, menyambut positif prestasi para atletnya. Ia menekankan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras para atlet, pelatih, dan pengurus yang melakukan pembinaan berkelanjutan. Baso juga menegaskan bahwa pencapaian ini harus menjadi pijakan untuk terus meningkatkan kualitas atlet, terutama dalam menghadapi kompetisi nasional dan internasional.

“Medali ini bukan sekadar angka. Di balik setiap medali ada latihan panjang, disiplin, pengorbanan, dan keberanian para atlet untuk bertanding membawa nama Jawa Timur,” ujar Baso. Ia juga menambahkan bahwa evaluasi teknis, fisik, dan mental akan terus dilakukan untuk mempersiapkan atlet menghadapi level kompetisi yang lebih tinggi.

Baca juga:

Peran IMC 2026 dalam Pengembangan Atlet Nasional

IMC 2026 tidak hanya menjadi ajang pertarungan gelar juara nasional, tetapi juga menjadi proses penyaringan dan pemantauan atlet potensial untuk diproyeksikan ke tingkat internasional. Ketua Umum PBMI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, menyatakan bahwa kualitas pertandingan meningkat berkat penerapan standar wasit dan juri internasional IFMA.

Sekretaris Jenderal PBMI, Azwan Karim, menegaskan bahwa IMC 2026 berjalan lancar dan menjadi instrumen penting untuk mencari atlet terbaik yang akan dipersiapkan menghadapi agenda seperti SEA Games 2027 dan PON 2028. Namun, ia juga menekankan bahwa juara IMC tidak otomatis mendapat tempat permanen di pelatnas karena akan ada evaluasi dan seleksi lanjutan.

Baca juga:

Kekuatan Muaythai di Berbagai Daerah

Selain Jawa Barat dan Jawa Timur, DKI Jakarta juga mempertahankan posisi papan atas dengan raihan 10 emas, 11 perak, dan 20 perunggu. Persaingan ketat antar daerah ini mencerminkan meratanya kekuatan Muaythai di Indonesia, yang menjadi modal penting untuk membangun tim nasional yang kompetitif di tingkat internasional.

Dengan berakhirnya IMC 2026, PBMI dan pengurus daerah diharapkan terus meningkatkan pembinaan atlet agar prestasi yang diraih dapat berlanjut dan semakin banyak atlet yang siap bertanding di pentas dunia.