Media Kampung – Nottingham Forest kembali menghadapi tantangan berat setelah menelan kekalahan 0-1 dari Coventry City di pertandingan terakhir sebelum jeda internasional, melanjutkan rentetan hasil negatif di kandang sendiri dalam Liga Premier Inggris musim ini.
Dalam laga yang berlangsung ketat tersebut, Nottingham Forest tampil dominan di babak pertama dengan beberapa peluang berbahaya dari serangan balik, meskipun kurang tajam dalam penyelesaian akhir. Coventry berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-56 melalui serangan balik cepat yang dimanfaatkan Dasilva untuk mencetak gol bersejarah, mengakhiri puasa gol Coventry di Premier League selama 25 tahun atau tepatnya 9.268 hari.
Setelah gol tersebut, Coventry menerapkan pertahanan rapat dan disiplin, sehingga Nottingham Forest yang terus mencoba menyerang gagal menembus lini belakang lawan. Peluang terbaik Forest datang dari pemain pengganti Igor Jesus pada menit ke-76, namun usahanya digagalkan oleh bek lawan di garis gawang.
Pelatih Oliver Glasner mengakui bahwa faktor psikologis menjadi masalah utama timnya. Ia menyebutkan adanya “beratnya masa lalu” yang masih membebani mental para pemain, terutama setelah musim turbulen sebelumnya dengan pergantian pelatih dan pertarungan degradasi. Glasner menggarisbawahi pentingnya stabilitas dan dukungan untuk mengatasi tekanan di kandang yang sudah berlangsung sejak April lalu, di mana Forest belum sekalipun menang dan belum mencetak gol di empat laga terakhir di City Ground.
Di sisi lain, Nottingham Forest Women meraih hasil positif dengan kemenangan 2-1 atas Durham Women di kompetisi WSL 2. Meski sempat tertinggal lewat gol pembuka Bayley Hutchison, Forest membalas melalui gol Chantelle Boye-Hlorkah dan Georgia Brougham. Pertandingan yang berlangsung di Maiden Castle Sports Park ini menunjukkan peningkatan performa Forest yang mampu mengatasi dominasi Durham dan mengamankan tiga poin penting.
Statistik pertandingan wanita menunjukkan Forest unggul dalam jumlah tembakan (12 berbanding 10), tembakan tepat sasaran (7 berbanding 2), dan penguasaan bola meski sedikit lebih rendah (46,5% dibanding 53,5% Durham). Kemenangan ini menempatkan Nottingham Forest Women di posisi keenam klasemen sementara WSL 2 dengan lima poin dari tiga laga.
Kedua hasil tersebut mencerminkan fase yang penuh tantangan dan peluang bagi Nottingham Forest, baik di tim utama maupun tim wanita. Sementara tim utama masih berjuang mengatasi tekanan dan mencari konsistensi performa di liga teratas, tim wanita menunjukkan progres positif yang patut diapresiasi sebagai bagian dari pengembangan klub secara keseluruhan.














Tinggalkan Balasan