Media Kampung – Sekretaris Dewan Pembina sekaligus Ketua Dewan Kehormatan DPP Partai Gerindra, Ahmad Muzani, enggan memberikan komentar mendalam terkait Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang secara terbuka menunjukkan Kartu Tanda Anggota (KTA) Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Ahmad Muzani menegaskan bahwa keanggotaan dalam partai politik merupakan hak setiap warga negara, termasuk bagi mantan presiden. “Hak seorang warga negara dalam berpolitik saya kira,” ujar Muzani saat ditemui di Gedung Merdeka, Bandung, Jawa Barat, Minggu (27/9/2026).

Lebih lanjut, Muzani menegaskan bahwa setiap warga negara memiliki hak politik yang sama tanpa terkecuali. “Siapapun berhak untuk mendapatkan hak politik itu,” tambahnya.

Kejadian ini berawal ketika Jokowi secara terbuka menunjukkan KTA PSI saat bertemu dengan kader DPD PSI Kota Bandung, Sabtu (26/9/2026). Jokowi menyatakan dirinya resmi menjadi anggota PSI sejak 14 Oktober 2025.

Konteks dan Makna Keanggotaan Jokowi di PSI

Keanggotaan Jokowi di PSI menjadi perhatian publik karena merupakan langkah politik yang tidak biasa bagi seorang mantan presiden. Namun, menurut Muzani dan Gerindra, hal ini merupakan bagian dari hak politik yang harus dihormati dalam sistem demokrasi Indonesia.

Partai Solidaritas Indonesia adalah partai politik yang relatif baru dan memiliki basis kader muda. Keikutsertaan tokoh senior seperti Jokowi dalam partai ini dapat memberikan warna baru dalam peta politik nasional, meskipun Gerindra memilih untuk tidak mengomentari secara mendalam.

Hak Politik Setiap Warga Negara

Dalam sistem demokrasi, setiap warga negara, termasuk mantan pejabat negara, memiliki hak yang sama untuk berpartisipasi dalam kegiatan politik, salah satunya adalah menjadi anggota partai politik. Hal ini diatur dalam konstitusi dan peraturan terkait kehidupan berpolitik di Indonesia.

Penegasan dari Gerindra ini menegaskan bahwa meskipun ada dinamika politik yang terjadi, hak dasar warga negara tetap menjadi prioritas dan harus dihormati oleh semua pihak.

Pandangan Gerindra dalam Dinamika Politik

Gerindra, sebagai salah satu partai besar di Indonesia, memilih sikap yang bijak dengan tidak memberikan komentar berlebihan terkait keanggotaan Jokowi di PSI. Sikap ini dapat dipandang sebagai upaya menjaga stabilitas politik dan menghormati hak politik individu.

Kedepannya, perkembangan keanggotaan tokoh-tokoh nasional di berbagai partai politik akan terus menjadi perhatian, terutama dalam konteks pemilihan umum dan pembentukan koalisi politik.