Media Kampung – Viral di media sosial curhatan seorang pengurus Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dari salah satu desa di Jawa Timur. Ia mempertanyakan peran pengurus yang hanya menjadi pajangan karena tidak dilibatkan dalam rantai bisnis koperasi. Curhatan ini mencuat setelah ia mencari konfirmasi aturan main menjalankan KDMP yang belum beroperasi di desanya.

Kronologi Curhatan

Pengurus tersebut mengaku sempat menunggu kedatangan pejabat dari pusat. Saat menunggu, ia mengobrol dengan staf Dinas Koperasi setempat sekitar awal Juni lalu. Dalam obrolan itu, ia mendapat informasi awal bahwa uang hasil penjualan KDMP disetorkan ke Agrinas melalui Babinsa, tanpa melibatkan pengurus sama sekali.

Ia kemudian melakukan klarifikasi ke empat KDMP lain yang sudah beroperasi. Hasil konfirmasi membenarkan informasi awal tersebut.

Alur Distribusi dan Transaksi KDMP

Berdasarkan data yang dihimpun pengurus, berikut alur distribusi dan transaksi di KDMP yang sudah beroperasi:

  • Barang datang dikoordinasikan oleh Babinsa, bukan pengurus koperasi.
  • Barang dijual oleh pegawai Agrinas yang ditempatkan di gerai.
  • Uang hasil penjualan diambil oleh PIC Agrinas setiap dua hari, bukan oleh pengurus.
  • UMKM lokal boleh berjualan, tetapi pembayarannya menunggu Agrinas dan hingga kini belum jelas kapan dibayar.
  • Pengurus koperasi tidak dilibatkan sama sekali dalam rantai mana pun.

Upaya Klarifikasi ke Dinas Koperasi dan Agrinas

Pengurus yang enggan disebutkan namanya itu kemudian mencoba memperoleh informasi dari Dinas Koperasi daerah setempat. Namun, dinas tersebut mengaku belum mengetahui secara persis aturan main menjalankan KDMP. Mereka menyarankan untuk menghubungi langsung Agrinas. Sayangnya, yang memiliki kontak orang Agrinas hanya Kodim setempat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Agrinas maupun Kementerian Koperasi terkait temuan di lapangan tersebut. Para pengurus KDMP di berbagai daerah berharap ada kejelasan aturan main agar koperasi desa benar-benar berfungsi sesuai tujuannya, yaitu memberdayakan ekonomi desa.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.