Media Kampung, Pengamat politik Hendri Satrio (Hensat) menilai komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam mendukung pemberantasan korupsi layak diapresiasi. Menurutnya, dukungan politik dari kepala negara menjadi modal penting agar aparat penegak hukum dapat bekerja optimal.

Pernyataan ini disampaikan Hensat menanggapi penetapan tersangka eks Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah dalam kasus dugaan korupsi PT ASABRI.

“Publik tentu patut mengapresiasi ketika Presiden menunjukkan keberpihakan terhadap upaya pemberantasan korupsi. Dukungan politik dari pemimpin negara penting agar aparat penegak hukum semakin percaya diri menjalankan tugasnya,” ujar Hensat dalam keterangannya, Minggu (12/7).

Meski demikian, Hensat mengingatkan pentingnya konsistensi. Menurutnya, pemberantasan korupsi hanya akan mendapat legitimasi kuat jika dijalankan secara berkelanjutan, profesional, dan tanpa tebang pilih.

“Apresiasi itu penting, tetapi yang lebih penting adalah memastikan penegakan hukum berjalan konsisten. Di situlah kepercayaan publik akan tumbuh,” katanya.

Ia menambahkan, keberhasilan pemberantasan korupsi tidak semata diukur dari banyaknya perkara yang ditangani, melainkan juga dari meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum.

“Pada akhirnya, transparansi, akuntabilitas, dan kualitas pembuktian harus tetap menjadi fondasi utama. Dengan begitu, kepercayaan publik terhadap penegakan hukum akan semakin kuat,” kata Hensat.

Ia berpandangan, dukungan Presiden kepada aparat penegak hukum merupakan sinyal positif yang perlu dipertahankan agar agenda antikorupsi tetap konsisten. “Kalau konsistensi ini terus dijaga, saya kira itu akan menjadi warisan tata kelola pemerintahan yang baik,” ucapnya.