Media Kampung, Topan Bavi yang melanda China timur pada akhir pekan lalu telah melumpuhkan sektor transportasi, dengan lebih dari 2.800 penerbangan dibatalkan secara nasional pada Minggu (12/7/2026). Badai yang sebelumnya berstatus super topan ini juga memicu evakuasi besar-besaran, dengan hampir 2 juta orang dipindahkan ke tempat aman.
Berdasarkan data platform analitik perjalanan Umetrip, pembatalan penerbangan terjadi di puluhan kota, termasuk Nanjing, Hangzhou, Wuhan, Shenyang, Dalian, dan Chengdu. Dua bandara utama di Beijing, yakni Bandara Internasional Ibu Kota Beijing dan Bandara Internasional Daxing Beijing, juga mengalami penundaan dan pembatalan massal akibat hujan badai yang menyertai topan.
Sebanyak 45 bandara di China telah mengeluarkan peringatan badai petir, termasuk bandara-bandara di Shanghai, Hangzhou, dan Changzhou. Di Shanghai, hampir 30 persen penerbangan dari dan ke Bandara Internasional Pudong serta Bandara Internasional Hongqiao dibatalkan, dengan total 653 penerbangan terdampak.
Selain penerbangan, layanan kereta api juga terganggu. Otoritas di sejumlah wilayah menangguhkan layanan kereta cepat untuk beberapa rute guna menghindari risiko kecelakaan akibat cuaca ekstrem. Pemerintah daerah telah menyiagakan tim tanggap darurat untuk membantu warga yang terdampak.
Topan Bavi, yang merupakan topan kesembilan tahun ini, melanda Provinsi Zhejiang pada Sabtu (11/7/2026) dan membawa hujan deras ke China selatan dan timur. Sebelumnya, badai ini telah menyebabkan tanah longsor di Filipina yang menewaskan sedikitnya 17 orang, serta melumpuhkan aktivitas di Jepang dan Taiwan. Di China, lebih dari 1,7 juta orang dievakuasi di Zhejiang, sementara ribuan lainnya di provinsi tetangga turut mengungsi.
Meskipun topan diperkirakan akan melemah dalam beberapa hari ke depan, dampaknya terhadap transportasi diperkirakan masih akan terasa hingga awal pekan depan. Para pelancong diimbau untuk terus memantau informasi cuaca dan jadwal transportasi melalui kanal resmi.























Tinggalkan Balasan