Media Kampung, Saham PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) tengah menjadi sorotan setelah muncul isu divestasi pengendali dan rumor merger dengan PT Arto Biro Investindo Tbk (ARTO). Harga saham BFIN bergerak volatil sejak Februari 2026, dengan puncak tertinggi di Rp965 pada 17 April 2026, dan terakhir menyentuh Rp830 pada 9 Juli 2026.

Isu Divestasi Pengendali

Rencana divestasi pertama kali mencuat pada 15 Mei 2026, saat Mergermarket mengungkapkan bahwa Trinugraha Capital—yang dikuasai Jerry Ng dan Boy Thohir dengan kepemilikan 51,12%—berencana melepas sahamnya ke investor asing. Salah satu kandidat yang disebut adalah MUFG, yang juga memiliki bisnis di BDMN dan ADMF di Indonesia.

Trinugraha mengakuisisi BFIN pada 2022 dengan harga Rp1.200 per saham. Kini harga saham berada di bawah level tersebut, sementara book value per share sekitar Rp728. Dengan dividen yang telah diterima sekitar Rp255 per saham, titik impas bagi Trinugraha berada di kisaran Rp945 per saham.

Rumor Merger BFIN dan ARTO

Pada 9 Juli 2026, rumor kembali menguat bahwa pengendali BFIN dan ARTO tengah mengkaji sejumlah opsi strategis, termasuk kemungkinan merger. Kedua perusahaan memiliki kesamaan pengendali akhir, yaitu Jerry Ng melalui Bravo Investment Limited dan Boy Thohir di Trinugraha Capital. Goldman Sachs disebut telah mendampingi proses kajian awal.

BFIN dan ARTO juga memiliki keterkaitan bisnis melalui fasilitas joint financing yang dimulai sejak 2021 dengan plafon awal Rp150 miliar, dan kini meningkat menjadi Rp5 triliun per Januari 2025. Dalam skema ini, ARTO berkontribusi 99% dari total pembiayaan, sedangkan BFIN hanya 1%. Kerja sama ini menguntungkan BFIN karena mendapatkan pendanaan murah, sementara ARTO memperoleh margin dari penyaluran dana.

Skenario Dampak Jika Gojek Diakuisisi Grab

Dalam analisis yang lebih luas, jika Gojek diakuisisi oleh Grab, ekosistem keuangan ARTO bisa terdampak. Potensi penurunan transaksi Gopay dan kemungkinan divestasi saham Gopay di ARTO menjadi skenario terburuk. Namun, merger dengan BFIN dapat menjadi bantalan bagi prospek ARTO, karena tetap mendapatkan eksposur pertumbuhan dari ekosistem BFIN.

Meski demikian, seluruh opsi tersebut masih dalam tahap pembahasan awal dan belum ada keputusan final. Investor disarankan mencermati perkembangan lebih lanjut.