Media Kampung – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk mendapat permintaan dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) untuk menyelesaikan konsolidasi atau merger terhadap 10 anak usahanya paling lambat pada Juni 2026. Permintaan ini disampaikan sebagai upaya mempercepat penataan bisnis internal di perusahaan.
Direktur Strategic Business Development and Portfolio Telkom, Seno Soemadji, menyatakan bahwa Danantara menginginkan Telkom melakukan konsolidasi tersebut dalam waktu dekat sebagai bagian dari restrukturisasi usaha. Langkah ini bertujuan agar perusahaan dapat meningkatkan efisiensi dan sinergi operasional antar anak perusahaan.
Sementara itu, di sektor industri semen, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) mengumumkan likuidasi tiga anak usaha yang berada di bawah kendali PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB), anak perusahaan SIG. Ketiga entitas yang dilikuidasi adalah PT Aroma Cipta Anugrahtama (ACA), PT Aroma Sejahtera Indonesia (ASI), dan PT Ciptanugrah Indonesia (CI).
Keputusan pembubaran dan likuidasi ini merupakan bagian dari penataan struktur korporasi untuk menyederhanakan lini bisnis yang sudah tidak aktif. SIG mencatat bahwa ketiga perusahaan tersebut merupakan cucu dan cicit perusahaan yang tidak lagi beroperasi aktif, sehingga langkah ini dianggap penting untuk menjaga efisiensi korporasi.
Proses pembubaran ACA disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) tanggal 19 Mei 2026, sedangkan likuidasi ASI dan CI disahkan pada RUPSLB masing-masing entitas pada 20 Mei 2026. Untuk mengelola proses hukum likuidasi, para pemegang saham menunjuk tim likuidator eksternal yang terdiri dari Fany Wulandari, Andika Lukmana, dan Sri Setio Inantoro.
Direktur Utama Semen Indonesia, Indrieffouny Indra, menegaskan bahwa likuidasi ini tidak berdampak pada kondisi operasional, legal, maupun keuangan induk perusahaan. Ia menjelaskan bahwa keputusan ini hanya untuk membersihkan struktur perusahaan dari entitas yang tidak aktif sehingga tidak mengganggu kelangsungan usaha Perseroan.
Langkah konsolidasi anak usaha yang dilakukan oleh Telkom dan likuidasi yang dilakukan oleh Semen Indonesia serta anak perusahaannya ini mencerminkan upaya kedua perusahaan BUMN tersebut dalam melakukan efisiensi dan penataan struktur bisnis. Proses ini diharapkan dapat memperkuat posisi perusahaan dalam menghadapi persaingan dan dinamika pasar yang semakin kompleks.
Sampai saat ini, Telkom tengah berupaya memenuhi permintaan Danantara untuk menyelesaikan konsolidasi anak usaha sebelum batas waktu yang ditetapkan. Sementara itu, Semen Indonesia terus melanjutkan proses likuidasi sesuai dengan peraturan yang berlaku demi menjaga kelancaran dan transparansi proses tersebut.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan