Media Kampung – Masyarakat yang berencana membeli laptop dalam waktu dekat sebaiknya segera merealisasikan rencana tersebut. Sejumlah analis industri dan lembaga riset memprediksi harga laptop akan mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa bulan mendatang akibat lonjakan harga komponen memori, terutama DRAM (RAM) dan NAND Flash sebagai bahan utama SSD.

Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya kebutuhan industri kecerdasan buatan (AI) yang menyerap sebagian besar kapasitas produksi chip memori dunia. Produsen chip memori kini lebih memprioritaskan produksi komponen bernilai tinggi seperti High Bandwidth Memory (HBM) untuk server AI, dibandingkan memori untuk perangkat konsumen seperti laptop.

Lonjakan Harga DRAM dan NAND Flash

Laporan TrendForce tertanggal 1 Juni 2026 menunjukkan harga kontrak DRAM konvensional melonjak sekitar 93 hingga 98 persen secara kuartalan pada kuartal pertama 2026. Lonjakan ini mendorong pendapatan industri memori global meningkat sekitar 81 persen dibandingkan kuartal sebelumnya. Selain DRAM, harga NAND Flash juga mengalami kenaikan akibat pasokan yang semakin terbatas. Menurut TrendForce, produsen chip terus menaikkan harga karena pasokan semakin ketat sementara permintaan tetap tinggi. Kondisi ini diperkirakan masih berlangsung sepanjang 2026 apabila investasi AI global terus meningkat.

Produsen Fokus pada Chip AI Bernilai Tinggi

Perubahan strategi produsen memori menjadi faktor utama yang memengaruhi harga laptop. Perusahaan seperti Samsung Electronics, SK hynix, dan Micron kini mengalokasikan kapasitas produksi lebih besar untuk HBM, jenis memori berkecepatan tinggi yang digunakan pada server AI. HBM menawarkan keuntungan jauh lebih besar dibanding DRAM dan NAND Flash untuk perangkat konsumen. Akibatnya, pasokan RAM dan SSD bagi produsen laptop menjadi terbatas sehingga harga kedua komponen tersebut terus meningkat.

Laptop Murah Paling Terdampak

Kenaikan harga memori mulai dirasakan oleh berbagai produsen komputer. Analis memperkirakan perusahaan tidak lagi mampu menyerap seluruh kenaikan biaya produksi sehingga sebagian besar akan diteruskan kepada konsumen. Toms Hardware dalam laporan 2 Juli 2026 menyebut biaya memori akan mengambil porsi yang semakin besar dalam total biaya produksi laptop. Segmen laptop entry-level diperkirakan menjadi yang paling terdampak karena margin keuntungan tipis. Analis bahkan memprediksi laptop dengan harga di bawah US$500 akan semakin sulit ditemukan apabila harga RAM dan SSD terus meningkat hingga akhir tahun.

Apple Sudah Mulai Menyesuaikan Harga

Dampak kenaikan biaya komponen memori mulai terlihat pada produk komersial. Reuters melaporkan Apple telah menaikkan harga beberapa model MacBook dan iPad setelah biaya chip memori dan media penyimpanan meningkat tajam. Salah satunya, MacBook Neo mengalami penyesuaian harga dari US$599 menjadi US$699. Apple menyatakan keputusan tersebut dilakukan setelah perusahaan berupaya menyerap sebagian kenaikan biaya produksi. Langkah Apple diperkirakan menjadi gambaran bagi produsen laptop lain apabila kondisi pasar memori belum membaik.

Stok Lama Masih Menahan Harga

Meski harga komponen telah meningkat, harga laptop di sejumlah negara masih relatif stabil. Pengamat industri menilai kondisi tersebut terjadi karena distributor masih menjual stok lama yang diproduksi ketika harga RAM dan SSD belum melonjak. Begitu persediaan tersebut habis, produk baru yang masuk ke pasar diperkirakan akan membawa harga yang telah disesuaikan dengan biaya komponen terbaru. Windows Central menyebut krisis memori saat ini menjadi salah satu yang terberat dalam beberapa tahun terakhir. Harga RAM DDR5 berkapasitas 32 GB di sejumlah pasar internasional dilaporkan meningkat tajam, sementara harga SSD ikut melonjak akibat terbatasnya pasokan global.

Laptop AI Ikut Mendorong Permintaan Memori

Selain terbatasnya pasokan, perkembangan laptop berbasis AI juga menjadi faktor pendorong naiknya kebutuhan memori. Laptop generasi terbaru kini umumnya dibekali RAM minimal 16 GB dan SSD berkapasitas 512 GB hingga 1 TB agar mampu menjalankan fitur AI secara lokal. Semakin tinggi spesifikasi minimum tersebut, semakin besar kebutuhan terhadap chip DRAM dan NAND Flash. Di sisi lain, kapasitas produksi global belum mampu mengejar lonjakan permintaan, sehingga harga komponen diperkirakan masih sulit turun dalam waktu dekat.

FAQ

  • Mengapa harga laptop diperkirakan naik? Karena harga RAM dan SSD meningkat akibat tingginya permintaan chip memori dari industri AI.
  • Komponen apa yang paling memengaruhi kenaikan harga laptop? DRAM (RAM) dan NAND Flash yang digunakan sebagai media penyimpanan SSD.
  • Apakah semua merek laptop akan mengalami kenaikan harga? Tidak. Vendor dengan kontrak pasokan jangka panjang kemungkinan dapat menahan harga lebih lama.
  • Mengapa AI memengaruhi harga RAM dan SSD? Industri AI membutuhkan chip memori dalam jumlah besar untuk server dan pusat data, sehingga mengurangi pasokan bagi pasar laptop.
  • Kapan waktu terbaik membeli laptop? Sebelum stok lama di distributor habis, karena unit baru diperkirakan sudah menggunakan harga komponen terbaru.

Lonjakan harga RAM dan SSD akibat pesatnya perkembangan industri AI mulai memberikan dampak langsung terhadap pasar laptop global. Keterbatasan pasokan memori, meningkatnya permintaan pusat data AI, serta pergeseran fokus produksi menuju chip HBM diperkirakan membuat harga laptop naik secara bertahap sepanjang 2026. Bagi konsumen yang telah merencanakan pembelian laptop baru, periode saat ini masih dinilai menjadi waktu yang relatif menguntungkan sebelum stok lama habis dan harga perangkat mengikuti kenaikan biaya komponen.