Media Kampung – PT Citra Borneo Utama Tbk (CBUT) melaporkan peningkatan laba bersih sebesar 11,57% pada kuartal pertama 2026, didukung oleh strategi hilirisasi kelapa sawit yang semakin matang. Perusahaan yang 70,22% sahamnya dimiliki oleh PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) ini mencatatkan penjualan Rp3,377 triliun pada periode Januari-Maret 2026, naik tipis 0,53% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Meskipun pertumbuhan pendapatan relatif terbatas, CBUT berhasil meningkatkan profitabilitas secara signifikan. Laba usaha tercatat sebesar Rp89 miliar, naik 19,02% dari Rp75 miliar pada kuartal I 2025. Sementara laba bersih meningkat menjadi Rp45 miliar dari Rp41 miliar, atau tumbuh 11,57%. Kinerja ini menunjukkan efektivitas strategi hilirisasi yang dijalankan perseroan, mulai dari refinery, fractionation, kernel crushing plant, hingga produk minyak goreng kemasan.

Secara historis, CBUT menunjukkan tren pertumbuhan solid. Pada tahun 2025, penjualan mencapai Rp13,97 triliun, meningkat 43,05% dibandingkan Rp9,77 triliun pada 2024. Laba usaha melonjak menjadi Rp366 miliar dari Rp103 miliar, sedangkan laba bersih naik menjadi Rp106 miliar dari Rp68 miliar.

Kapasitas Produksi dan Operasional

CBUT mengoperasikan fasilitas refinery dan fractionation dengan kapasitas masing-masing 2.500 ton per hari. Dari fasilitas tersebut, perusahaan memiliki kapasitas produksi tahunan mencapai 807.500 ton RBDPO, 646.000 ton olein, 161.500 ton stearin, serta 38.250 ton PFAD. Kernel crushing plant berkapasitas 600 ton per hari menghasilkan 83.520 ton CPKO dan 101.760 ton PKE per tahun.

Untuk segmen konsumen, CBUT memiliki moulding and filling plant berkapasitas 200 ton per hari yang memproduksi minyak goreng kemasan merek Hanau dan Minyakita dengan kapasitas gabungan lebih dari 68.000 ton per tahun.

Pada kuartal I 2026, total produksi RBDPO tercatat 578.928 metrik ton dengan volume penjualan 799.999 metrik ton. Produksi palm olein mencapai 467.921 metrik ton (penjualan 476.457 metrik ton), palm stearin 101.320 metrik ton (penjualan 110.983 metrik ton), PFAD 21.898 metrik ton (penjualan 17.699 metrik ton), dan minyak goreng kemasan 9.166 metrik ton (penjualan 8.870 metrik ton).

Fundamental Keuangan Semakin Kuat

Posisi neraca CBUT menunjukkan struktur yang semakin sehat. Hingga kuartal I 2026, total aset tercatat Rp4,035 triliun, sementara liabilitas turun menjadi Rp2,870 triliun. Ekuitas meningkat menjadi Rp1,164 triliun, lebih tinggi dibandingkan Rp1,110 triliun pada akhir 2025. Peningkatan ekuitas yang diikuti penurunan liabilitas mencerminkan penguatan fundamental keuangan perusahaan.

Dengan dukungan pasokan bahan baku dari grup SSMS serta fokus pada produk bernilai tambah, CBUT dinilai memiliki posisi strategis untuk menangkap peluang pertumbuhan industri hilirisasi sawit nasional yang terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan pasar domestik maupun ekspor.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.