Media Kampung – Setiap musim semi, Desa Cigoc di Kroasia menjadi saksi pemandangan langka: puluhan burung bangau memenuhi atap-atap rumah warga untuk bersarang. Fenomena ini telah berlangsung selama beberapa dekade dan menjadi tradisi tahunan yang dinantikan.

Pada Juni 2026, kawanan bangau kembali terlihat bertengger di hampir setiap atap rumah di desa kecil tersebut. Jumlah burung yang datang bahkan melebihi populasi penduduk setempat. Foto-foto yang diabadikan oleh Marko Perkov dari AFP memperlihatkan pemandangan menakjubkan, di mana bangau dewasa dan anak-anaknya berdiri di sarang di atas rumah-rumah.

Meskipun kehadiran para “tamu musiman” ini tidak memberikan keuntungan ekonomi secara langsung, warga Desa Cigoc justru menyambut mereka dengan antusias. Bagi penduduk setempat, bangau merupakan simbol keberuntungan dan pertanda baik. Kepercayaan ini telah diwariskan turun-temurun, menjadikan bangau sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan desa.

Setiap tahun, bangau-bangau tersebut bermigrasi ke Cigoc untuk berkembang biak. Mereka memanfaatkan atap rumah sebagai tempat bersarang yang aman. Warga dengan sukarela membiarkan bangau tinggal di atas rumah mereka, bahkan merasa bangga menjadi tuan rumah bagi burung-burung tersebut.

Tradisi ini tidak hanya menjadi daya tarik visual, tetapi juga memperkuat ikatan antara manusia dan alam di Desa Cigoc. Meski tidak ada data pasti mengenai jumlah bangau yang datang, diperkirakan jumlahnya terus bertambah setiap tahun. Pemerintah setempat pun turut menjaga kelestarian lingkungan agar bangau terus kembali setiap musim semi.

Fenomena unik ini membuktikan bahwa harmoni antara manusia dan satwa liar dapat tercipta tanpa pamrih. Warga Cigoc telah membuktikan bahwa kebahagiaan tak selalu diukur dari keuntungan materi, melainkan dari keberadaan makhluk hidup yang dipercaya membawa keberuntungan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.