Media Kampung – PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencatat penurunan konsumsi Pertamax setelah harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi itu naik menjadi Rp16.250 per liter. Sebagai langkah antisipasi, perusahaan menambah stok Pertalite sebesar 10 hingga 18 persen di seluruh SPBU untuk menghadapi peningkatan mobilitas masyarakat selama libur sekolah.

Area Manager Communication, Relations, dan CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Tengah dan DIY, M Taufiq Kurniawan, mengatakan penambahan stok Pertalite dilakukan seiring momentum pembagian rapor dan dimulainya libur sekolah dalam dua pekan ke depan. “Kami mengantisipasi adanya peningkatan konsumsi dengan menambah stok Pertalite di SPBU sekitar 10 sampai 18 persen, terutama di musim libur sekolah,” ujar Taufiq pada Senin (22/6).

Penambahan stok ini mengacu pada tren konsumsi tahun sebelumnya yang menunjukkan peningkatan mobilitas saat liburan. Pertamina juga melakukan evaluasi distribusi setiap hari untuk memantau pola konsumsi di lapangan. Sejumlah langkah operasional disiapkan, antara lain penambahan petugas marshalling atau pengatur antrean, serta penyediaan air minum dalam kemasan (AMDK) gratis bagi konsumen Pertalite.

Dari sisi distribusi, Pertamina Patra Niaga Jawa Tengah dan DIY mengoptimalkan suplai BBM dari hulu dengan siaga 24 jam. “Kami menyalurkan BBM tanpa mengenal waktu, bahkan sampai dini hari. Stok juga dimonitor secara real time melalui sistem digital, CCTV, dan automatic tank gauge, sehingga sebelum habis sudah kami suplai kembali,” jelas Taufiq.

Masyarakat didorong memanfaatkan aplikasi MyPertamina untuk memantau lokasi SPBU terdekat dan menghindari penumpukan antrean. Papan informasi juga ditambah di sejumlah SPBU untuk memudahkan konsumen.

Taufiq menambahkan, kenaikan konsumsi Pertalite belum bisa dipastikan sebagai dampak langsung dari penyesuaian harga Pertamax pada 10 Juni lalu. Menurut dia, dibutuhkan waktu minimal satu bulan untuk melihat tren pergeseran konsumsi secara akurat. “Kalau data pergeseran pasar, kami belum bisa menyimpulkan. Namun, dari sisi suplai, tetap kami tambah dan kami evaluasi setiap hari,” katanya.

Konsumsi BBM selama libur sekolah diperkirakan meningkat sekitar 1,7 persen di Jawa Tengah dan hingga 7 persen di DIY, seiring peningkatan aktivitas sektor wisata. Sementara itu, pasokan elpiji mencatat kenaikan relatif kecil pada periode liburan, yakni 1–3 persen secara total, dengan lonjakan lebih tinggi pada produk nonsubsidi yang diperkirakan mencapai sekitar 15 persen, terutama di sektor restoran.

“Kami memastikan distribusi LPG tetap berjalan normal dengan penambahan pasokan sesuai kebutuhan, meski tidak sebesar BBM jenis gasoline,” tegas Taufiq. Terkait isu kelangkaan BBM di sejumlah daerah, Pertamina menegaskan informasi tersebut tidak benar. “Kami imbau masyarakat tidak panik. Stok aman, suplai berjalan 24 jam, dan tidak ada SPBU yang sampai kosong,” pungkasnya.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.