Media KampungHujan deras yang mengguyur Kota Surabaya sejak dini hari pada Selasa, 23 Juni 2026, menyebabkan banjir di sejumlah titik di kota tersebut. Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Surabaya, ada 21 lokasi yang mengalami genangan air, dengan tujuh di antaranya masih terendam hingga sore hari.

Beberapa titik banjir yang masih tergenang di antaranya Jalan Nginden Intan Selatan dengan ketinggian air sekitar 10 sentimeter, serta kawasan perumahan di Jalan Nginden Tengah yang juga mengalami genangan. Pada beberapa jalan utama, seperti Jalan Medokan Semampir dan Jalan Nginden Intan Selatan, penutupan jalan dilakukan sementara karena upaya penyedotan air oleh mobil pemadam kebakaran (PMK) sedang berlangsung.

Kalaksa BPBD Jatim, Gatot Soebroto, menjelaskan bahwa genangan air di beberapa lokasi terus dipantau dan proses penyedotan terus dilakukan. Beberapa titik dengan genangan cukup tinggi, seperti Jalan Raya Pandugo yang mencapai 50 sentimeter dan kawasan Puri Gunung Anyar Regency dengan banjir setinggi lutut orang dewasa, menjadi perhatian utama tim di lapangan.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan akibat banjir ini. Ia menjelaskan bahwa banjir tidak hanya disebabkan oleh hujan deras yang berlangsung lama, tetapi juga dampak dari proyek pembangunan dan normalisasi saluran drainase yang tengah berjalan di berbagai titik kota. Pekerjaan tersebut meliputi pengerukan saluran, pemasangan box culvert, dan perbaikan rumah pompa di beberapa lokasi, yang sementara waktu menutup sebagian saluran air sehingga menghambat aliran saat hujan.

Untuk mengatasi banjir, Pemkot Surabaya mengerahkan 21 unit mobil PMK dan sekitar 10 kendaraan dari Dinas Lingkungan Hidup serta perangkat daerah terkait guna melakukan penyedotan air di titik-titik rawan genangan sejak pukul 02.30 WIB. Meskipun demikian, Wali Kota Eri menegaskan bahwa proyek drainase tetap dilanjutkan demi kepentingan jangka panjang, dengan penanganan maksimal di lapangan untuk meminimalkan dampak banjir.

Selain di Surabaya, penanganan pascabencana banjir juga berlangsung di beberapa provinsi lain. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa pembangunan hunian sementara bagi korban banjir di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat telah mencapai 99,99 persen. Kini fokus dialihkan pada pembangunan hunian tetap, dengan target mencapai 39 ribu unit dalam dua tahun ke depan, yang didukung dana rehabilitasi dan rekonstruksi sebesar Rp100,1 triliun yang disetujui pemerintah pusat bersama DPR untuk periode 2026-2028.

Percepatan pemulihan juga didorong oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bergerak cepat memanfaatkan anggaran dan memperkuat gotong royong antardaerah. Hal ini menjadi bagian dari upaya mempercepat pemulihan masyarakat terdampak banjir secara permanen.

Situasi banjir di Surabaya saat ini masih dalam proses penanganan intensif, dengan upaya penyedotan air dan pemantauan ketinggian genangan terus dilakukan oleh tim BPBD dan perangkat daerah terkait. Warga diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan pemerintah kota untuk mengantisipasi potensi banjir susulan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.