Media Kampung, Minahasa Tenggara – Kebakaran hutan yang terjadi di kawasan lindung Gunung Soputan, Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara, masih belum berhasil dipadamkan akibat berbagai kendala teknis. Medan yang sulit dilalui oleh petugas dan tiupan angin yang kencang menjadi hambatan utama dalam upaya pengendalian kebakaran tersebut.

Petugas pemadam kebakaran tidak dapat langsung menjangkau titik api karena letaknya yang berada di dalam hutan dengan akses terbatas. Mereka harus menempuh perjalanan darat sambil membawa persediaan air terbatas, biasanya tidak lebih dari 15 liter per orang dengan alat jet sprayer. Hal ini membuat proses pemadaman menjadi sangat menantang dan lambat.

Baca juga:

Selain itu, kondisi angin yang bertiup cukup kencang menyebabkan api mudah menyebar ke titik-titik lain di sekitar lokasi. Saat ini, terdapat delapan titik api yang masih aktif menyala di sekitar kaki Gunung Soputan, sehingga petugas gabungan masih terus berupaya memadamkan api secara maksimal.

Baca juga:

Upaya pemadaman dari udara dengan metode water bombing masih dalam tahap pertimbangan dan akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Keputusan ini diambil untuk memastikan efektivitas dan keselamatan dalam operasi pemadaman.

Baca juga:

Kebakaran hutan di Gunung Soputan ini menjadi perhatian serius karena potensi kerusakan ekosistem yang cukup besar dan risiko terhadap masyarakat sekitar. Kondisi medan yang sulit dan angin kencang merupakan tantangan utama yang harus diatasi oleh tim pemadam agar api dapat segera dikendalikan dan dampak kebakaran dapat diminimalisir.