Media Kampung, Banyuwangi – Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen di Banyuwangi masih belum dibuka untuk umum. Penutupan ini dilakukan karena kawasan tersebut sedang menjalani proses pendinginan dan pemulihan setelah kebakaran hutan yang melanda area tersebut.
Kepala Seksi Konservasi Wilayah V Banyuwangi dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Noviani Utami, menjelaskan bahwa meskipun kebakaran sudah mulai mereda, masih terdapat beberapa titik api yang terdeteksi di sekitar kawasan Cagar Alam dan TWA Kawah Ijen berdasarkan pemantauan aplikasi SiPongi serta pengamatan visual di lapangan.
Proses Pemulihan dan Upaya Pencegahan
Petugas BKSDA terus melakukan pemantauan secara intensif untuk memastikan kondisi kawasan benar-benar aman sebelum dibuka kembali untuk aktivitas wisata. Selain pengawasan darat, pemantauan udara juga dilakukan dengan menggunakan drone untuk mendapatkan gambaran real-time kondisi kebakaran dan titik api yang masih ada.
Upaya pencegahan risiko kebakaran kembali juga dilakukan dengan melakukan pembasahan lahan di jalur pendakian dan area-area vital lainnya. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir potensi kebakaran akibat puntung rokok atau aktivitas lain dari pengunjung yang tidak bertanggung jawab ketika kawasan dibuka kembali.
Pergerakan Titik Api dan Kewaspadaan Petugas
Seiring dengan tiupan angin di lereng Gunung Merapi Ungup-Ungup, titik api yang sempat bergeser ke kawasan PTPN dan Perhutani kini kembali mengarah ke wilayah Pasewaran, yang merupakan titik awal kebakaran di Kawah Ijen. Petugas di lapangan pun memperketat kewaspadaan dan melakukan penyisiran secara berkala untuk memadamkan sisa bara api dan mencegah penyebaran api lebih luas.
Imbauan untuk Masyarakat dan Pelaku Wisata
BKSDA mengimbau masyarakat sekitar, terutama petani, untuk tidak melakukan pembakaran lahan tanpa pengawasan yang ketat agar api tidak merambat ke kawasan hutan. Selain itu, pelaku jasa wisata seperti penyedia troli dan pemandu wisata juga diminta bersabar menunggu sampai proses mitigasi dan pemulihan selesai dilakukan demi keselamatan bersama.
Noviani Utami menegaskan, pembukaan TWA Kawah Ijen akan dilakukan setelah semua titik api hilang dan kondisi kawasan benar-benar steril dari risiko kebakaran. Hal ini penting untuk menghindari kejadian kebakaran berulang seperti yang pernah terjadi di kawasan wisata alam lain, misalnya Gunung Bromo.
Dengan langkah-langkah mitigasi yang terus dijalankan, diharapkan TWA Kawah Ijen bisa segera kembali dibuka dengan kondisi yang aman dan nyaman bagi para wisatawan.














Tinggalkan Balasan