Media Kampung – Everton memutuskan untuk tidak mendatangkan striker free-agent sebelum bursa transfer Januari, meskipun saat ini hanya memiliki satu penyerang senior yang diakui, Thierno Barry. Keputusan ini diambil setelah klub menilai bahwa penambahan pemain secara terburu-buru tanpa persiapan penuh tidak akan menyelesaikan masalah secara efektif.
Manajer David Moyes menghadapi situasi sulit setelah kehilangan beberapa opsi di lini depan pada musim panas lalu. Beto pindah ke Fiorentina, Iliman Ndiaye ke Manchester City, dan transfer Folarin Balogun senilai £40 juta gagal setelah masalah medis. Upaya peminjaman Joshua Zirkzee dan Tammy Abraham juga tidak membuahkan hasil, sehingga Thierno Barry menjadi satu-satunya striker senior yang tersedia.
Striker berusia 23 tahun ini menjalani awal musim yang menjanjikan dengan mencetak lima gol dalam beberapa pertandingan dan berhasil membawa Everton mempertahankan catatan tak terkalahkan mereka. Gol penentunya saat melawan Ipswich Town menggarisbawahi peran penting Barry dalam serangan tim.
Mick Brown, mantan kepala pencari bakat Manchester United, menyatakan keraguannya terhadap kemungkinan Everton merekrut Anthony Martial, yang kini menjadi free agent setelah meninggalkan klub Meksiko Monterrey. Brown menyoroti faktor kebugaran, intensitas kerja, dan kurangnya program pramusim penuh sebagai alasan utama mengapa Martial mungkin tidak dapat memberikan kontribusi signifikan.
Keputusan Everton untuk menunggu sampai bursa transfer Januari memberikan kesempatan bagi klub untuk memantau dan mengevaluasi penampilan pemain yang telah berlatih penuh pramusim. Hal ini dianggap lebih bijaksana dibandingkan mengambil risiko mendatangkan pemain yang belum berada dalam kondisi terbaik.
Meskipun demikian, keputusan ini membawa risiko. Cedera yang menimpa Thierno Barry dapat memaksa David Moyes melakukan perubahan taktik yang tidak diinginkan karena keterbatasan stok striker alami.
Saat ini, Everton memilih untuk bersabar dan mengandalkan performa Barry di lini depan, sembari berharap bahwa jendela transfer musim dingin nanti dapat memberi kesempatan untuk memperkuat skuad secara lebih tepat dan terukur.














Tinggalkan Balasan