Media KampungElon Musk resmi menjadi triliuner pertama di dunia setelah perusahaan roketnya, SpaceX, melantai di bursa Nasdaq dengan nilai IPO fantastis. Di sisi lain, harga minyak mentah global justru merosot ke level terendah sejak Maret 2026 seiring meredanya ketegangan di Selat Hormuz.

SpaceX melakukan penawaran saham perdana senilai USD 75 miliar atau setara Rp 1.333 triliun. Saham dibuka di harga USD 150 per lembar, 11 persen di atas harga penawaran USD 135, dan sempat melonjak hingga USD 168,75. Kapitalisasi pasar SpaceX pun menembus USD 2 triliun, melampaui kapitalisasi Tesla yang sekitar USD 1,5 triliun. Permintaan investor mencapai lebih dari USD 350 miliar, dengan 70 persen saham institusional diberikan kepada investor jangka panjang dan dana kekayaan negara.

Meski antusiasme tinggi, sejumlah analis meragukan valuasi tersebut. Kepala Riset Energy Group Capital Group, Amanda Lyons, menyebut valuasi sum-of-the-parts SpaceX hanya sekitar USD 600 miliar, atau sepertiga dari kapitalisasi pasar saat IPO. Kekhawatiran serupa pernah membayangi Tesla selama bertahun-tahun.

Sementara itu, harga minyak mentah Brent berjangka turun 3,4 persen menjadi USD 87,33 per barel pada Jumat (12/6), level terendah sejak 5 Maret. Minyak West Texas Intermediate turun 3,2 persen ke USD 84,88 per barel, dan gas alam Eropa merosot 8,4 persen. Secara mingguan, Brent turun 6,2 persen, dan sejak puncak konflik harga telah turun sekitar 30 persen.

Penurunan dipicu oleh tanda-tanda pembukaan kembali Selat Hormuz setelah AS dan Iran mendekati kesepakatan yang mungkin ditandatangani saat pertemuan G7 pekan depan. Pasar juga mulai menemukan cara mengatasi penutupan jalur tersebut, seperti kapal yang mematikan sinyal satelit saat melintas serta peningkatan ekspor AS dan penurunan impor China. Ahli strategi US Bank, Rob Haworth, mencatat kapal yang melintasi Selat Hormuz menuju Asia membutuhkan waktu dua bulan perjalanan pulang-pergi, sehingga banyak negara lebih memilih minyak AS.

Kondisi ini menunjukkan dua fenomena besar yang saling bertolak belakang: di satu sisi euforia pasar saham terhadap SpaceX, di sisi lain tekanan harga energi akibat normalisasi pasokan global.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.