Media Kampung – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, mulai menyalurkan bantuan air bersih kepada warga di lima desa yang terdampak kekeringan pada musim kemarau 2026. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjarnegara, Aji Piluroso, menyampaikan bahwa bantuan telah disalurkan ke Desa Gemuruh dan Desa Serang di Kecamatan Bawang, Desa Somawangi di Kecamatan Mandiraja, Desa Duren di Kecamatan Pagedongan, serta Desa Kasilib di Kecamatan Wanadadi.

“Per hari ini sudah ada lima desa yang mendapat penyaluran air bersih. Untuk Desa Duren dan Kasilib memang merupakan wilayah yang hampir setiap tahun terdampak kekeringan,” kata Aji, Rabu, 1 Juli 2026.

Distribusi Bertahap dan Penyebab Kekeringan

Distribusi air bersih dilakukan secara bertahap. Bantuan pertama dikirim ke Desa Gemuruh dan Desa Serang pada Senin (29/6), disusul Desa Somawangi pada Selasa (30/6), dan kemudian Desa Duren serta Kasilib pada Rabu (1/7). Menurut Aji, gangguan pasokan air bersih di Desa Gemuruh dan Serang disebabkan oleh berkurangnya debit sumber air akibat jebolnya tanggul saluran irigasi Siwuluh beberapa waktu lalu.

Antisipasi dan Kesiapan Armada

BPBD Banjarnegara terus memantau perkembangan dampak kekeringan dan menginstruksikan personel, relawan, serta aparat kecamatan untuk segera melaporkan jika ada wilayah yang mulai mengalami krisis air bersih. “Sesuai arahan Bupati Banjarnegara, kami mengerahkan seluruh sumber daya yang ada, baik sarana, personel, maupun sukarelawan. Ini untuk mengantisipasi dampak kekeringan dan mempercepat penanganan di wilayah yang membutuhkan,” ujar Aji.

Jumlah desa terdampak masih berpotensi bertambah seiring berlangsungnya musim kemarau. Untuk mengantisipasi hal tersebut, BPBD menyiagakan empat armada mobil tangki air serta memperkuat koordinasi dengan relawan dan berbagai pemangku kepentingan. Penyaluran air bersih dilakukan secara bergiliran sesuai kebutuhan di lapangan dan tidak dipusatkan pada satu lokasi terdampak.

Dukungan Anggaran

Pemerintah Kabupaten Banjarnegara telah menyiapkan tambahan anggaran sebesar Rp600 juta yang dialokasikan khusus untuk mendukung distribusi bantuan air bersih selama musim kemarau. “Yang paling utama adalah kecukupan anggaran operasional, mudah-mudahan sampai musim hujan nanti masih mencukupi sehingga distribusi air bersih dapat terus dilakukan sesuai kebutuhan masyarakat,” ucap Aji.


Artikel ini telah ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Media Kampung.