Media Kampung – Terjadi pemboman molotov di rumah kades Hoho Alkaf pada dini hari 23 April 2026, menimbulkan kebakaran hebat pada mobil mewah yang diparkir di garasinya. Insiden ini mengundang perhatian luas setelah sejumlah kendaraan misterius dilaporkan melintas di sekitar lokasi pada malam yang sama.

Menurut saksi mata, api muncul tepat sebelum azan Subuh, menyalakan satu unit Honda Civic Turbo berwarna hitam yang dimiliki oleh sang kepala desa. Kebakaran tersebut meluas dalam hitungan menit, membuat mobil tak dapat dipulihkan dan meninggalkan puing‑puing yang terbakar.

Kades Hoho Alkaf mengungkapkan bahwa ia sempat melihat sosok yang menyiram cairan tiner ke bodi mobil sebelum melemparkan bahan bakar sebagai bom molotov. “Saya lihat mobil sudah berlumur tiner, kemudian api langsung besar,” katanya dalam pernyataan kepada media setempat.

Rekaman CCTV yang dipasang di depan rumah menunjukkan seorang pelaku beraksi sendirian, memakai pakaian gelap dan helm, serta melarikan diri menggunakan sepeda listrik. Pemeriksaan video mengindikasikan persiapan matang, termasuk penempatan bahan mudah terbakar sebelum aksi.

Setelah kebakaran, warga melaporkan keberadaan beberapa mobil sport berwarna gelap yang beredar perlahan di jalan desa tanpa lampu depan. Mobil‑mobil tersebut tidak berhenti, hanya melintas dan menghilang ke arah hutan pinggir desa.

Polisi Banjarnegara segera menurunkan pos komando di lokasi, mengamankan bukti berupa sisa tiner, serpihan kaca, dan potongan kayu yang ditemukan di sekitar titik kebakaran. Tim forensik kini mengirimkan sampel ke laboratorium untuk analisis kimia.

Kepala Bidang Humas Polres Banjarnegara, Kombes Polisi Ahmad Fauzi, menyatakan bahwa penyelidikan masih dalam tahap awal namun fokus pada motif politik atau persaingan usaha. “Kami akan menelusuri jejak digital dan saksi yang melihat kendaraan mencurigakan,” ujarnya.

Warga desa Purwasaba menggelar rapat darurat, menyatakan keprihatinan atas aksi yang dianggap mengancam keamanan lingkungan. Beberapa tokoh masyarakat menekankan pentingnya koordinasi antara aparat keamanan dan penduduk untuk mencegah kejadian serupa.

Hoho Alkaf, yang dikenal dengan gaya kepemimpinan nyentrik, pernah menjabat sebagai ketua PKK dan aktif dalam program pembangunan infrastruktur desa. Profilnya menonjol karena pendekatan inovatif dalam meningkatkan perekonomian lokal.

Beberapa analis lokal menebak kemungkinan motif terkait perselisihan lahan atau sengketa politik antar partai di tingkat kabupaten. Namun, tidak ada bukti konklusif yang mengaitkan pihak manapun dengan aksi pemboman.

Hingga saat ini, polisi belum berhasil mengidentifikasi pelaku secara pasti, meskipun jejak kendaraan misterius masih menjadi fokus utama. Tim penyidik terus memeriksa rekaman CCTV tambahan dari rumah tetangga.

Penanganan kasus ini melibatkan unit anti‑teror lokal, karena penggunaan bahan bakar mudah terbakar dianggap berpotensi menimbulkan ancaman lebih luas. Semua petugas diberi instruksi untuk meningkatkan pengamanan malam hari di area kritis.

Situasi di desa Purwasaba tetap tenang meski warga masih waspada, dan otoritas berjanji akan memberikan pembaruan secara berkala. Penyidikan diharapkan dapat mengungkap dalang di balik pemboman molotov dan kendaraan misterius yang mengintai.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.