Media Kampung, Tangerang – Pemerintah Kota Tangerang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengimbau masyarakat untuk rutin melakukan kerja bakti dan menjaga kebersihan lingkungan selama musim kemarau guna mencegah risiko kebakaran.
Musim kemarau yang menyebabkan lingkungan menjadi kering meningkatkan potensi kebakaran di permukiman maupun lahan terbuka. Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, menyatakan pentingnya kepedulian warga terhadap kondisi sekitar, terutama dalam membersihkan rumput kering, semak, tumpukan sampah, dan bahan lain yang dapat memicu api.
Upaya Pencegahan Kebakaran
Mahdiar menegaskan agar masyarakat menghindari pembakaran sampah di lingkungan permukiman maupun lahan terbuka karena rumput kering mudah terbakar dan api dapat cepat menyebar, apalagi jika disertai angin. Warga diimbau saling mengingatkan untuk tidak melakukan pembakaran sekecil apa pun.
Kerja bakti tidak hanya menjaga kebersihan tetapi juga menjadi momentum untuk memastikan lingkungan bebas dari material yang berpotensi menyebabkan kebakaran. Sampah harus dikumpulkan dan dibuang pada tempat yang telah disediakan atau dikoordinasikan dengan petugas lingkungan setempat.
Data Kebakaran di Kota Tangerang
Berdasarkan data BPBD Kota Tangerang, kejadian kebakaran selama musim kemarau menunjukkan tren peningkatan. Pada Januari hingga Juni 2026 terjadi 138 kasus kebakaran, lebih tinggi dibandingkan 123 kejadian pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Responsif Saat Terjadi Kebakaran
Selain menjaga kebersihan, masyarakat diminta untuk responsif jika menemukan sumber api. Apabila api masih kecil dan aman untuk dipadamkan, warga dapat melakukan pemadaman awal. Namun, jika api sudah membesar atau tidak dapat dikendalikan, segera hubungi petugas terkait untuk penanganan lebih lanjut.
Langkah-langkah ini penting untuk mengurangi risiko kebakaran yang dapat menyebabkan kerugian harta benda dan mengancam keselamatan warga.
Dengan kerja sama dan kesadaran tinggi dari seluruh masyarakat, risiko kebakaran selama musim kemarau dapat diminimalkan secara efektif.















Tinggalkan Balasan